Singapura Bebas Masker di Luar Ruangan, Dolarnya Menguat Lagi

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 March 2022 15:00
Ilustrasi dolar Singapura (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan situasi di Eropa, khususnya terkait perang Rusia - Ukraina memberikan sentimen negatif ke rupiah. Sementara itu kabar baik datang dari Singapura terkait perkembangan penyakit akibat virus corona (Covid-19), alhasil dolarnya menjadi perkasa pada perdagangan Kamis (24/3).

Melansir data Refinitiv, pada pukul 12:31 WIB dolar Singapura ditransaksikan di kisaran Rp 10.569/SG$ menguat tipis 0,06% setelah kemarin turun 0,15%. Di pekan ini, mata uang Negeri Merlion ini berfluktuasi setelah pada pekan lalu sempurna alias menguat 5 hari beruntun.

Pelaku pasar sedang menanti respon NATO terhadap perang Rusia-Ukraina. Presiden AS Joe Biden sudah tiba di Brussel dan bertemu dengan para pemimpin NATO yang disebut "rapat luar biasa".


Dalam pertemuan tersebut akan dibahas apakah perlu melakukan intervensi militer. Jika itu dilakukan, maka perang dunia III akan pecah. Hingga saat ini NATO belum menggunakan kekuatan militernya, dukungan ke Ukraina dilakukan dengan memberikan peralatan tempur.

Selain itu, pertemuan NATO tersebut juga akan membahas sanksi baru yang akan diberikan ke Rusia.

Sementara itu kabar baik datang dari Singapura. Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan mandat masker di luar ruangan (out door) akan dihapus. Namun masker akan tetap dibutuhkan dalam ruangan (in door) dan penerapan jarak 1 meter tetap diberlakukan.

Pembatasan jumlah warga yang berkumpul juga akan dinaikkan dari lima menjadi 10. Lebih banyak pekerja bisa kembali beraktivitas di kantor dan kapasitas acara akan ditingkatkan.

"Aturan ini akan berlaku di 29 Maret nanti," katanya dalam konferensi pers, Kamis (24/3/2022).

Kasus yang sudah melewati puncak menjadi alasan aturan dilonggarkan. Singapura kini mencatat rata-rata kasus sehari di level 8.000, setelah sempat rekor 26.000 di Februari. Singapura juga mencatat 92% warga sudah menerima dua suntikan vaksin. Sementara 71% sudah menerima booster.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kurs Dolar Singapura Pagi Jeblok Siang Naik, Ini Penyebabnya!


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading