Tembaga 'Diramal' Berjaya, Dekati US$ 10.000/Ton

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
24 May 2022 13:30
Ilustrasi batu tembaga. (Dok: Detikcom/Dikhy Sasra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga dunia terpantau melemah pada perdagangan jelang siang hari ini. Akan tetapi, dalam seminggu harga tembaga diprediksi akan melaju di zona hijau.

Pada Selasa (24/5/2022) pukul 10:32 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 9.510/ton, melemah 0,22% dibandingkan harga penutupan kemarin.


Harga tembaga tertekan oleh penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Dollar Index yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 102,22, naik 0,14% dari posisi sebelumnya.

Ini jadi katalis negatif bagi tembaga yang dibanderol dengan dolar AS karena membuatnya lebih marah bagi pemegang mata uang lain. Saat harga mahal, permintaan akan turun. Harga pun mengikuti.

Meski demikian, Wang Tao Analis pasar Reuters memperkirakan harga tembaga dapat menguat pada minggu ini secara teknikal.

"Tembaga LME dapat naik ke kisaran US$ 9.694 hingga US$ 9.797/ton minggu ini, seperti yang disarankan oleh pola inverted head-and-shoulders," kata Wang dalam risetnya.

Pembalikan arah dari harga terendah pada 9 Mei di US$ 9.139/ ton telah terkonfirmasi. Hal ini didukung oleh harga tembaga yang berhasil menembus resisten di US$ 9.405/ton. Potensi kenaikan menuju ke US$ 9.797/ton sesuai dengan garis channeling.

Peran resisten US$ 9.405/ton telah berubah menjadi support saat ini karena telah dilewati. Jika harga berbalik turun dan jatuh di bawah support tersebut, harga tembaga dunia dapat turun mencapai level US$ 9.313/ton.

Penguatan didukung oleh persediaan tembaga yang mulai turun. Saat ini stok tembaga di gudang yang dibantu bursa logam London (LME) tercatat 171.075 ton. Turun dari puncak persediaan tahun 2022 sebesar 180.925 ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Tembaga Nanjak,Gara-gara China?


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading