Penawaran Lelang SUN Rp 19,74 T, Pemerintah Serap Rp 7,76 T

Market - mae, CNBC Indonesia
10 May 2022 18:25
Penukaran uang rupiah pecahan kecil di Mobil Keliling Bank Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa (10/5/2022), sangat sepi peminat terutama dari investor asing. Tiga dari tujuh seri yang ditawarkan pemerintah bahkan kurang dilirik oleh investor asing.

Pemerintah pada hari ini melelang tujuh seri SUN yaitu SPN03220810 (New Issuance), SPN12230203 (Reopening), FR0090 (Reopening), FR0091 (Reopening), FR0093 (Reopening), FR0092 (Reopening), dan FR0089 (Reopening).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk dalam lelang SUN hari ini mencapai Rp 19,74 triliun.


Jumlah tersebut merupakan yang terendah sepanjang tahun ini. Penawaran yang masuk pada hari lelang hari ini bahkan tidak ada setengahnya dari penawaran yang masuk pada lelang sebelumnya pada 12 April 2022 (Rp 40,28 triliun).




Dari jumlah penawaran Rp 19,74 triliun yang masuk, pemerintah hanya menyerap utang sebesar Rp 7,76 triliun. Dengan demikian, pemerintah gagal memenuhi target indikatif dalam lima lelang SUN terakhir. Jumlah yang diambil pada lelang hari ini juga menjadi yang terendah sepanjang tahun 2022.

Pada lelang hari ini, penawaran yang masuk dari investor asing mencapai Rp 1,33 triliun. Jumlah tersebut merupakan yang terendah sepanjang tahun 2022.

Investor asing bahkan tidak ada yang menawar untuk tiga seri yang dijual yaitu SPN12230413 tenor 1 tahun, FR0093 tenor 15 tahun dan FR0089 tenor 29 tahun.

Dari jumlah penawaran asing yang masuk, pemerintah hanya mengambil Rp 0,61 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya yakni Rp 0,56 triliun.


Investor paling meminati Surat Perbendaharaan Negara SPN03220713 bertenor tiga bulan. Seri tersebut mendapatkan penawaran sebesar Rp 0,6 triliun.

Seri lain yang mendapat peminat cukup banyak dari asing adalah FR0091 bertenor 10 tahun di mana seri tersebut mendapat penawaran dari asing sebesar Rp 0,5 triliun.

Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan ataupun yang masuk pada lelang hari ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada lelang sebelumnya.

Untuk seri benchmark FR0090 bertenor lima tahun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan ada di angka 6,63%. Level tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada lelang sebelumnya yakni 5,80%.

Yield tertinggi yang masuk pada seri tersebut tercatat 7,15% sementara terendah di angka 6,57%. Bandingkan pada lelang sebelumnya di mana yield tertinggi yang masuk pada seri tersebut tercatat 6,00% sementara terendah di angka 5,75%.

Dari tujuh seri yang ditawarkan, yang paling banyak diminati adalah FR0091 tenor 10 tahun. Seri tersebut mendapatkan penawaran sebesar Rp 7,85 triliun. Namun, pemerintah hanya mengambil Rp 2,1 triliun.

Untuk seri FR0091, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan ada di angka 7,33%. Level tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada lelang sebelumnya yakni 6,89%.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan sedikitnya penawaran asing yang masuk pada lelang hari ini karena investor kini lebih berhati-hati.

Kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat membuat likuiditas global berkurang sehingga investor asing menjadi lebih pemilih dalam menentukan portfolio investasinya, terutama di negara berkembang.

"Faktornya size likuiditas yang akan mengecil di global, jadi asing untuk masuk ke negara berkembang sekarang akan berhati-hati sekali," tutur Irman kepada CNBC Indonesia.

Seperti diketahui, selain menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada pekan lalu, The Fed juga sudah secara terang-terangan menyebut soal rencana normalisasi neraca (balance sheet).

Neraca The Fed sendiri bengkak menjadi US$ 9 triliun karena terus melakukan pembelian surat utang sebagai cara untuk menggerakkan ekonomi.

Pada Juni, Juli, dan Agustus, neraca itu akan dikurangi masing-masing US$ 47,5 miliar per bulan. Mulai September, Fed akan mengurangi neraca mereka US$ 90 miliar per bulan.

Irman menjelaskan dari sisi investor, Indonesia sebenarnya masih sangat menarik karena memiliki fundamental ekonomi yang baik. Namun, karena langkah The Fed semua negara pun kena imbas, tidak terkecuali Indonesia.

"Kalau dari asset pricing dan kondisi fundamental domestik Indonesia malah termasuk yang menarik," imbuhnya.

Menyusul rendahnya jumlah yang diambil pada lelang hari ini maka pemerintah akan melakukan lelang SUN tambahan (Greenshoe Option) sebagai berikut:

Tanggal Lelang : Rabu, 11 Mei 2022, dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 10.00 WIB
Tanggal Setelmen : Kamis, 12 Mei 2022
Target Maksimal : Rp12.240.000.000.000,00 (dua belas triliun dua ratus empat puluh miliar Rupiah)

Seri yang ditawarkan adalah FR0090 (Reopening), FR0091 (Reopening), FR0093 (Reopening), dan FR0092 (Reopening).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Surat Utang RI Masih Sepi Peminat...


(mae/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading