Dow Futures Terkoreksi, Jelang Rilis Kinerja Keuangan

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
19 April 2022 18:55
A trader passes by the post, where Smartsheet Inc. hosts it's IPO, on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (19/4/2022), di mana investor masih disibukkan oleh musim rilis kinerja keuangan pekan ini.

Kontrak futures indeks Dow Jones terkoreksi 56 poin atau 0,2%. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq bergerak melemah yang masing-masing sebesar 0,34% dan 0,4%.

Pergerakan tersebut terjadi setelah bursa saham AS bergerak melemah kemarin, di mana indeks Dow Jones dan Nasdaq menurun yang masing-masing sebesar 0,1%. Hal serupa terjadi pada indeks S&P 500 yang terkoreksi 0,02%.


Mayoritas indeks telah melemah karena musim rilis kinerja keuangan kuartal I-2022 memanas. Sebelum perdagangan dibuka hari ini, Johnson & Johnson dan Travelers akan melaporkan kinerja keuangan terbaru mereka.

Disusul oleh Hasbro, Lockheed Martin, dan beberapa perusahaan perbankan skala menengah seperti Citizens Financial.

Inflasi dan langkah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) masih menjadi perdebatan utama di pasar, investor masih mengamati bagaimana perkembangan rantai pasokan dan permintaan konsumen di berbagai sektor. The Fed diproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuannya secara tajam di beberapa bulan mendatang, meskipun The Fed telah mengatakan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada data.

"Apakah kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed akan benar-benar menyelesaikan kekurangan pasokan dari tenaga kerja, semikonduktor dan gandum? Mungkin tidak. Tapi, mungkin mereka akan bertindak sedikit kurang agresif pada akhirnya daripada yang diprediksikan," tutur Pendiri Trivariate Research Adam Parker dikutip dari CNBC International.

Kekhawatiran mengenai langkah selanjutnya dari The Fed telah menyebabkan volatilitas yang tinggi pada pasar obligasi, di mana telah membebani bursa saham di beberapa pekan ini.

Kemarin, imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak tiga tahun. Presiden The Fed St.Louis James Bullard mengatakan bahwa sudah cukup banyak yang diperhitungkan dari tindakan The Fed.

Sisi lainnya, investor akan mengamati perkembangan di pasar perumahan AS , di mana data pembangunan rumah dan ijin pembangunan rumah di Maret akan segera dirilis hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yield Treasury AS Naik Lagi, Dow Futures Kompak Terkoreksi


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading