Jelang Akhir Pekan, Dow Futures Kompak Menguat!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
08 April 2022 20:10
Smartsheet Inc. President and CEO Mark Mader rings a ceremonial bell to celebrate his company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Jumat (8/4/2022), di mana investor menilai kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memerangi inflasi.

Kontrak futures indeks Dow Jones menguat 101 poin (+0,03%). Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi yang masing-masing sebesar 0,2% dan 0,3%.

Kemarin, indeks Dow Jones kembali pulih setelah mengalami penurunan selama dua hari beruntun. Indeks Dow Jones tumbuh 87,06 poin atau naik 0,25% ke 34.583,57 setelah sempat merosot sebanyak 300 poin pada sesi sebelumnya. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga berakhir lebih tinggi.


Sesi yang bergejolak tersebut dipicu oleh ketidakpastian karena investor mempertimbangkan sikap yang lebih agresif terhadap inflasi oleh The Fed. Pada Rabu (6/4), The Fed merilis risalah pertemuannya di bulan Maret, menyatakan rencananya untuk mengurangi kepemilikan obligasinya sebanyak US$95 miliar per bulan.

Tidak hanya itu, mereka juga mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga acuannya sebanyak 50 basis poin di pertemuan berikutnya.

Meskipun, saham bergerak pulih kemarin dan kembali menguat hari ini, tapi secara mingguan tetap melemah.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah yang masing-masing sebesar 1% dan 2,6% secara mingguan. Hal yang serupa terjadi pada indeks Dow Jones yang turun 0,7% selama sepekan. Penurunan tersebut menjadi pelemahan pertama untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq sejak empat pekan.

Investor akan disibukkan dengan data persediaan grosir yang akan dirilis hari ini jam 10 pagi waktu setempat.

Pekan depan, investor juga akan disuguhkan dengan rilis kinerja keuangan dari 5 perusahaan perbankan raksasa. JPMorgan akan melaporkan neraca keuangan sebelum perdagangan dibuka pada Rabu (13/4).

Sementara itu, Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Wells Fargo akan merilis kinerja keuangan sebelum perdagangan dibuka pada Kamis (14/4).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yield Treasury AS Naik Lagi, Dow Futures Kompak Terkoreksi


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading