Dow Futures Kompak Menguat Meski Dibayangi Risalah The Fed

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
07 April 2022 19:00
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (7/4/2022), setelah penurunan beruntun karena investor masih mencerna rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memperketat kebijakan moneter.

Kontrak futures indeks Dow Jones menguat 39 poin (+0,1%). Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi yang masing-masing sebesar 0,63% dan 0,6%.

Saham HP Inc melesat 15% di pra-pembukaan perdagangan setelah perusahaan Warren Buffett yaitu Berkshire Hathaway membeli sahamnya.


Bursa saham di AS mengalami aksi jual selama dua hari beruntun karena risalah pertemuan The Fed menunjukkan bahwa para pejabat berencana untuk mengurangi triliunan kepemilikan obligasi mereka dengan jumlah konsensus sekitar US$ 95 miliar.

Sementara itu, pembuat kebijakan mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin dapat dipastikan akan terjadi untuk memerangi lonjakan inflasi.

"Risalah pertemuan FOMC terbaru menggambarkan tingkat urgensi yang lebih tinggi daripada komunikasi sebelumnya karena The Fed telah mengatakan komitmen untuk menurunkan neraca lebih cepat dari yang diperkirakan pelaku pasar," tutur Ahli Perencana Investasi Allianz Investment Charlie Ripley dikutip dari CNBC International.

Pejabat The Fed secara umum setuju bahwa akan melepas US$ 60 miliar pada obligasi dan US$ 35 miliar dalam efek beragun aset secara bertahap dalam lebih dari tiga bulan dan kemungkinan akan dimulai pada Mei.

Kemarin, saham blue-chip indeks Dow Jones jatuh lebih dari 100 poin dan indeks S&P 500 turun 1%. Hal yang serupa terjadi pada Nasdaq yang merosot hingga 2,2% dan membukukan penurunan secara mingguan sebanyak 2,6%.

Pergerakan tersebut terjadi setelah pernyataan Gubernur The Fed Lael Brainard mendorong harga saham menurun pada Selasa (5/4).

Investor masih menunggu data pengangguran mingguan AS yang dijadwalkan akan dirilis pagi hari ini waktu setempat dan diprediksikan setidaknya ada 200.000 klaim tunjangan pengangguran.

Investor juga masih mengawasi perkembangan perang Rusia-Ukraina, di mana Ukraina meminta lebih banyak senjata kepada NATO.

Hari ini, harga minyak kembali naik setelah sempat turun pada sesi sebelumnya, di mana harga minyak acuan AS naik 0,7% ke US$ 96,94/barel dan jenis Brent menanjak 0,9% ke US$ 101,95/barel.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yield Treasury AS Naik Lagi, Dow Futures Kompak Terkoreksi


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading