Tunggu Kabar the Fed & Rusia-Ukrania, Dow Futures Turun Tipis

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
17 February 2022 18:47
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis (17/2/2022). Investor masih menunggu kabar terbaru dari bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dan perkembangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Kontrak futures indeks Dow Jones turun 161 poin atau 0,46%. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar 0,5% dan 0,63%.

Kemarin, beberapa perusahaan telah merilis kinerja keuangannya setelah perdagangan ditutup. Saham DoorDash melonjak lebih dari 26% di pra-perdagangan setelah melaporkan laba bersih meningkat dan mengumumkan pedoman kinerja keuangan yang optimis.


Saham Cisco naik 3,5% setelah merilis neraca keuangan yang melampaui ekspektasi dan saham Applied Materials tumbuh 2%. Selanjutnya, investor menunggu rilis kinerja keuangan dari Walmart, Airbus, Autonation dan Nestle hari ini.

Sementara itu, data pengangguran secara mingguan akan dirilis pada pagi hari waktu setempat. Pengajuan awal kompensasi pengangguran diproyeksi diberikan ke 218.000 orang, jika mengacu kepada prediksi Dow Jones dan sepertinya akan turun sedikit dari pekan lalu.

Investor juga akan disuguhkan data perumahan baru dan ijin bangunan serta indeks manufaktur dari Fed Philadelphia.

Indeks S&P 500 menutup sesi perdagangan dengan bergerak stagnan, tapi indeks Dow Jones turun mendekati 55 poin dan indeks Nasdaq turun 0,1%.

Mayoritas indeks saham berada di titik terendahnya setelah risalah rapat The Fed di Januari dirilis. Risalah rapat The Fed menunjukkan persiapan kenaikan suku bunga acuan dan mengurangi neraca keuangan, di mana investor sudah memprediksikan hal tersebut.

"Saya pikir ini hanya memberikan informasi yang sedikit tentang kebijakan The Fed," tutur Direktur Wells Fargo Michael Schumacher dikutip dari CNBC International.

Tensi yang memanas terjadi di Rusia dan perbatasan Ukraina masih terus mempengaruhi sentimen pasar. North Atlentic Treaty Organization (NATO) menuding Rusia meningkatkan jumlah tentara di perbatasan Ukraina. Menurut The Wall Street Journal, pesawat AS dan Rusia terbang berdekatan di laut Mediterania.

Rusia menyatakan kekhawatirannya karena gangguan di Ukraina Timur dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk memindahkan pasukan dari perbatasan.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sentimen Pasar Memburuk, Dow Futures Melemah


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading