Kontrak Berjangka Indeks Wall Street Kompak Terkoreksi Tipis

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
07 February 2022 19:34
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Senin (7/2/2022), setelah indeks S&P mengalami pekan terbaik di tahun ini karena kinerja keuangan emitennya baik dan rilis data pekerjaan baru di Januari yang melampaui ekspektasi.

Kontrak futures indeks Dow Jones turun 85 poin atau 0,24%. Kontrak serupa indeks S&P 500 terkoreksi 0,22% dan Nasdaq melemah sebanyak 0,18%

Pekan lalu, indeks S&P dan Nasdaq menguat selama 5 hari beruntun dan menjadi pekan terbaik sejak Desember. Indeks Dow Jones turun 0,06% tapi tetap berusaha untuk naik sebanyak 1,05% pekan lalu. Sementara itu, indeks Russel 2,000 berada di zona positif pertama kali sejak 5 pekan dan menjadi pekan terbaik selama 2022.


Musim rilis kinerja keuangan dan data pekerjaan baru di Januari melampaui ekspektasi dan membantu hampir semua indeks untuk menguat. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sebanyak 467.000 pekerjaan di Januari, jauh di atas prediksi polling analis Dow Jones.

"Kenaikan slip gaji menjadi pertanda baik untuk ekonomi dan memberikan sinyal kepada investor bahwa kenaikan suku bunga acuan akan terjadi yang dimulai pada Maret," tutur Kepala Manajemen Perencanaan di Commonwealth Financial Network Peter Essele dikutip dari CNBC International.

Sejauh ini, 56% konstituen indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya dan sebanyak 79% melampaui ekspektasi pasar dan 77% laba bersihnya di atas diprediksi pasar.

Sementara itu, performa perseroan secara individual berbeda. Pekan lalu, saham Amazon melonjak 13,5% dan saham Snap meroket 58,8%. Saham Meta (perusahaan induk Facebook) merosot 26% pada Kamis (3/2/2022) setelah merilis kinerja keuangannya.

Wells Fargo mengatakan bahwa pasar menjadi lebih selektif. Mereka juga menambahkan bahwa investor dengan horizon investasi jangka panjang seharusnya dapat mengurangi laju koreksi lebih awal dan fokus terhadap pendapatan perseroan.

Pekan ini akan disibukan dengan rilis kinerja keuangan dari 76 konstituen indeks S&P 500. Tiga konstituen indeks Dow Jones akan melaporkan rilis neraca keuangan meliputi Disney dan Coca-cola. Amgen (perusahaan farmasi) dan Take Two Interactive (perusahaan semikonduktor) juga akan melaporkan neraca keuangannya hari ini.

Investor juga akan disibukkan dengan data inflasi pada Kamis, dan data survei sentimen konsumen dari University of Michigan pada Jumat.

TIM RISET CNCB INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Ukraina Jeda Sejenak, Dow Jones Dibuka Lompat 560 Poin


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading