Mau Ada Vaksin Booster, Saham Farmasi dan RS Ngacir

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
10 January 2022 09:57
Infografis: Heboh 'Delmicron', Gabungan Delta & Omicron?

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten farmasi menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (10/1/2022), di tengah kasus harian Covid-19 yang kembali naik di atas 500 kasus dan kemunculan Covid-19 varian Deltacron. Selain itu, sentimen lainnya adalah soal pemerintah yang akan memulai program booster (suntikan dosis ketiga) vaksin Covid-19 pada Rabu lusa (12/1).

Berikut kenaikan saham farmasi, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.39 WIB.

  1. SOHO Global Health (SOHO), saham +10,81%, ke Rp 8.200/saham


  2. Kalbe Farma (KLBF), +1,81%, ke Rp 1.685/saham

  3. Kimia Farma (KAEF), +1,64%, ke Rp 2.480/saham

  4. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), +1,58%, ke Rp 965/saham

  5. Itama Ranoraya (IRRA), +1,46%, ke Rp 2.090/saham

  6. Indofarma (INAF), +0,89%, ke Rp 2.260/saham

  7. Darya-Varia Laboratoria (DVLA), +0,71%, ke Rp 2.830/saham

Menurut data di atas, saham SOHO memimpin kenaikan dengan persentase 10,81% ke Rp 8.200/saham, melanjutkan kenaikan dalam 2 hari belakangan. Dus, dalam sepekan saham SOHO melejit 28,63%.

Setali tiga uang, saham KLBF juga diborong investor hingga harganya naik 1,81% pagi ini.

Sementara, duo saham BUMN KAEF dan INAF masing-masing terapresiasi 1,64% dan 0,89%.

Selain saham farmasi, saham pengelola RS juga tercatat naik pagi ini. Saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menguat 3,69%, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencuat 1,27%, saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) terkerek 1,23%.

Tidak ketinggalan, saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sama-sama naik 1,00% dan 0,54%.

Seperti yang terjadi sebelumnya, kemunculan kabar teranyar dan cenderung negatif soal Covid-19 cenderung membuat investor memburu saham-saham sektor kesehatan.

Menurut data Covid19.go.id, sejak Rabu (5/1) hingga Minggu (9/1), pertambahan kasus harian Covid-19 di Tanah Air berada di rentang 400 - 500-an kasus.

Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertambahan kasus harian Covid-19 sepanjang Desember 2021, yang berada di rentang 92 - 311 kasus.

Terakhir kali pertambahan kasus harian Covid-19 berada di level 400-an adalah pada 27 November lalu, tepatnya sebesar 404 kasus. Setelahnya, ada pertumbuhan kasus anyar cenderung melandai.

Menurut data terbaru, terdapat penambahan 529 kasus positif Covid-19 per pukul 12.00 WIB Minggu (9/1/2022).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penambahan jumlah ini menjadikan total kasus Covid-19 di dalam negeri menjadi 4.266.195 kasus.

Sementara, jumlah kasus sembuh hari ini sebanyak 211 kasus dengan kumulasi kasus kesembuhan sebanyak 4.115.958 kasus.

Untuk angka kematian, hari ini sebanyak dua kasus sehingga kumulasi angka kematian karena Covid saat ini mencapai 144.129 kasus.

Selain varian Omicron yang masih membayangi pasar, baru-baru ini ilmuwan di Cyprus telah menemukan varian gabungan antara Omicron dan varian Delta yang bisa menimbulkan gejala parah, varian tersebut dinamai "Deltacron".

Sebelumnya pada akhir tahun 2021 lalu istilah Deltacron sudah muncul tetapi bukan untuk menyebut varian baru, melainkan untuk menyebut melonjaknya kasus Covid-19 karena varian Delta dan Omicron.

Namun, Profesor Ilmu Biologi di Universitas Cyprus, Leondios Kostrikis, kini menemukan varian Deltacron yang asli.

Dalam laporannya, sejauh ini Kostrikis dan timnya telah menemukan 25 kasus virus jenis ini. Namun, mereka mengungkapkan masih belum bisa mengumumkan ke publik sejauh apa dampak dari varian Deltacron dan bagaimana dampaknya.

Sebagai informasi, pemerintah akan memulai program booster (suntikan dosis ketiga) vaksin Covid-19 pada 12 Januari 2022 mendatang. Namun, penerima booster pun harus memiliki sejumlah kriteria.

Dalam program ini, dibutuhkan setidaknya 230 juta dosis vaksin. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia telah berhasil mengamankan pasokan vaksin sebanyak 113 juta dosis vaksin.

Cakupan wilayah vaksin booster juga hanya akan diberlakukan di sejumlah kabupaten kota yang cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 70% dan dosis dua 60%.

Pemerintah sendiri akan memberikan booster dengan gratis dan skema berbayar. Booster gratis hanya diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu alias terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Dibuang' Lagi, Saham Farmasi & Rumah Sakit Nyungsep


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading