Sentimen Penggerak Pasar

Cari Cuan di Pekan Terakhir 2021? Baca Dulu Sederet Kabar ini

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 December 2021 17:50
A trader works as screens show market data at CMC markets in London, Britain, December 11, 2018. REUTERS/Simon Dawson

Pasar saham minggu depan menjelang penutup tahun sepi sentimen. Ini karena data-data ekonomi bulanan sudah dirilis.

Namun, mata investor masih akan tertuju pada perkembangan kasus Covid-19 varian omicron yang terus menyebar. Per 23 Desember 2021, Badan Organisasi Kesehatan (WHO) melaporkan virus corona varian omicron sudah menyebar ke 110 negara.

Penyebaran itu membuat berbagai negara menerapkan kebijakan pembatasan. Hal tersebut membawa kecemasan terhadap potensi pemulihan ekonomi yang melambat.


Namun kecemasan investor karena kabar penyebaran omicron ini mulai diimbangi dengan hasil studi kasus terbaru yang mengungkapkan varian asal Afsel tersebut tidak lebih parah dibanding varian Delta.

Sebuah penelitian oleh London's Imperial College yang diterbitkan, Rabu (22/12/2021), menunjukkan risiko rawat inap di rumah sakit untuk pasien dengan varian omicron adalah 40%-45%. Angka itu lebih rendah daripada pasien dengan varian Delta.

"Secara keseluruhan, kami menemukan bukti pengurangan risiko rawat inap untuk omicron relatif terhadap infeksi Delta, rata-rata untuk semua kasus dalam periode penelitian," kata para peneliti tentang penelitian tersebut, yang menganalisis data dari kasus yang dikonfirmasi dengan uji PCR di Inggris antara 1 Desember dan 14 Desember.

Sebuah studi Afsel, juga menunjukkan pengurangan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi varian omicron dibandingkan Delta. Sebagai catatan, beberapa di antaranya mungkin karena kekebalan populasi yang tinggi.

Studi tersebut dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) dan universitas besar termasuk Universitas Witwatersrand dan Universitas KwaZulu-Natal.

Mereka menemukan risiko masuk rumah sakit kira-kira 80% lebih rendah bagi mereka yang terinfeksi omicron dibandingkan dengan delta, dan bagi mereka yang dirawat di rumah sakit, risiko penyakit parah kira-kira 30% lebih rendah.

Namun, mereka tetap memperingatkan agar jangan mengambil kesimpulan tentang karakteristik intrinsik omicron dengan mudah.

Selain itu, secara historis laju IHSG dalam minggu terakhir tahun berjalan, berakhir positif. Rata-rata dalam satu dekade kinerja bursa saham Indonesia tercatat tumbuh 0,85% tiap tahunnya.

Tahun 2021 menjadi kinerja terbaik dengan tumbuh 4,66% point-to-point. Sedangkan kinerja terburuk terjadi pada tahun 2011. Saat itu IHSG turun 1,95% dalam sepekan.

Selama satu dekade tercatat enam kali kinerja IHSG di pekan terakhir tahun berjalan mengalami kinerja positif. Sementara sisanya berakhir negatif.


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

IHSG Tutup Perdagangan Akhir Pekan di Zona Hijau

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading