Saham Consumer Goods Bangkit, Setelah Lama Tertinggal

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 December 2021 16:40
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham consumer goods utama ditutup menguat, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menghijau pada perdagangan Kamis (9/12/2021).

Berikut kinerja saham consumer goods berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

  1. Indofood Sukses Makmur (INDF), saham +2,75%, ke Rp 6.550/saham


  2. Unilever Indonesia (UNVR), +2,34%, ke Rp 4.370/saham

  3. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), +2,16%, ke Rp 5.925/saham

  4. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), +1,99%, ke Rp 8.950/saham

  5. Gudang Garam (GGRM), +1,83%, ke Rp 32.075/saham

  6. Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD), +0,99%, ke Rp 510/saham

  7. FKS Food Sejahtera (AISA), +0,98%, ke Rp 206/saham

  8. Kalbe Farma (KLBF), +0,94%, ke Rp 1.610/saham

  9. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), +0,85%, ke Rp 1.180/saham

Dari data di atas, saham Grup Salim INDF memimpin kenaikan sebesar 2,75% ke Rp 6.550/saham, dengan nilai transaksi Rp 38 miliar. Investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp 2,52 miliar di pasar reguler, tetapi melakukan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 8,87 miliar.

Saham INDF tercatat sudah menguat 1,16% dalam seminggu dan mendaki 3,56% dalam sebulan.

Saham anak usaha INDF, ICBP, juga terkerek naik 1,99%, di tengah aksi beli bersih asing Rp 1,21 miliar di pasar reguler. Dengan ini, dalam sepekan saham ICBP naik 1,13%.

Setali tiga uang, saham produsen produk perawatan diri UNVR pun terapresiasi 2,34%, diwarnai aksi borong asing dengan nilai beli bersih Rp 3,08 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, saham UNVR naik 1,86%, tetapi dalam sebulan ambles 6,22%.

Saham emiten perunggasan (poultry) CPIN dan produsen rokok GGRM sama-sama terangkat 2,16% dan 1,83% hari ini.

Sentimen positif makro untuk sektor consumer goods RI saat ini adalah soal konsumen Indonesia yang kian percaya diri melihat kondisi ekonomi saat ini hingga enam bulan ke depan. Optimisme itu tergambar dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Pada Rabu (8/12/2021), Bank Indonesia (BI) mengumumkan IKK periode November 2021 sebesar 118,5. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 113,4.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau di atas 100, maka artinya konsumen percaya diri menghadapi situasi ekonomi.

"IKK meningkat pada seluruh kategori pengeluaran dan kelompok usia responden. Secara spasial, IKK meningkat di sebagian besar kota yang disurvei, tertinggi di Pontianak, diikuti oleh Palembang dan Mataram," sebut keterangan resmi BI.

Penguatan keyakinan konsumen pada November 2021, lanjut keterangan BI, didorong oleh perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, terutama persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan saat ini. Peningkatan tersebut sejalan dengan terus membaiknya aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat didorong meningkatnya mobilitas seiring berlanjutnya pelonggaran pembatasan mobilitas.

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang juga tercatat membaik ditopang kenaikan pada seluruh indeks pembentuknya, dengan peningkatan tertinggi pada indeks ekspektasi kegiatan usaha.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Sempat Sentuh Rekor Lagi


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading