Ramadan Tiba, Benarkah Saham Consumer Goods Jadi Idola?

Market - adf, CNBC Indonesia
06 April 2022 07:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah saham emiten consumer goods utama tampak bergairah menyambut bulan Ramadan. Dalam sepekan belakangan investor cenderung memborong saham-saham emiten tersebut.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/4/2022), indeks sektor konsumen primer (IDXNONCYC) ditutup naik 0,74%. Dalam sepekan, IDXNONCYCL terapresiasi 3,28% dan dalam sebulan menguat 3,13%.

Berikut kinerja sejumlah saham emiten barang konsumer utama.


Kinerja Sejumlah Saham Emiten Consumer Goods

No

Kode Ticker

% Harian (5/4)

% Sepekan

% Sebulan

1

UNVR

3.08

5.75

9.52

2

AMRT

2.94

10.92

47.2

3

CAMP

2.19

6.06

6.06

4

ALTO

1.89

-1.82

3.85

5

JPFA

1.20

2.75

8.04

6

FOOD

0.84

-3.23

-5.51

7

ICBP

0.33

3.77

-0.33

8

ULTJ

0.33

0.67

1.01

9

CMRY

0.29

1.19

0.89

10

CLEO

0.00

6.25

0.91

11

KINO

0.00

5.78

6.42

12

INDF

0.00

4.72

2.95

13

COCO

0.00

1.63

3.31

14

ROTI

0.00

-0.39

-1.54

15

AISA

0.00

-0.56

0.56

16

ADES

-0.27

0.27

-0.27

17

MYOR

-0.58

2.72

11.84

18

GOOD

-0.88

2.75

9.8

Sumber: BEI | Harga per 5 April 2022

Dari data di atas, sebanyak 9 dari total 18 saham ditutup menguat pada Selasa (5/4). Kemudian, sebanyak 14 saham naik selama sepekan dan 14 saham terkerek ke utara dalam sebulan belakangan.

Saham emiten PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin kenaikan pada Selasa (5/4) sebesar 3,08% seiring masuknya dana asing sebesar Rp 38,13 miliar di pasar reguler.

Asing memang sedang kembali ke saham UNVR setidaknya sepekan terakhir. Nilai beli bersih asing Rp 30,22 miliar dalam seminggu belakangan.

Saham UNVR sendiri naik 5,75% dalam sepekan dan menguat 9,52% dalam sebulan. Kendati, sejak awal tahun (ytd) saham ini masih turun 10,46%.

Kabar teranyar, setelah Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Ainul Yaqin diketahui memborong saham UNVR, kali ini giliran Presiden Direktur Ira Noviarti yang memborong saham UNVR.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa pekan lalu (29/3/2022), Ira diketahui memborong 870.000 saham dari awalnya tidak memiliki sama sekali.

Ira membeli saham UNVR di harga Rp 3.460 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 3,01 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada Senin, 28 Maret 2022.

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) juga masing-masing naik 2,94% dan 2,19% pada Selasa.

Biasanya, saat momentum puasa saham-saham emiten sektor consumer goods, termasuk ritel, cenderung dilirik oleh pelaku pasar.

Secara historis, momen ibadah puasa memberikan berkah bagi perekonomian. Konsumsi masyarakat cenderung meningkat saat Ramadan dan laju perputaran uang pun meningkat.

Peningkatan konsumsi masyarakat saat puasa hingga Lebaran juga ditopang oleh adanya insentif bagi para pekerja lewat Tunjangan Hari Raya (THR).

Adanya tambahan pendapatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja lebih mulai dari makanan, seperti kue-kue lebaran, cemilan, hingga aksesoris.

Sejumlah emiten juga mematok kinerja penjualan yang lebih tinggi sepanjang bulan puasa.

Mengutip sejumlah pemberitaan di media massa, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), misalnya, memperkirakan penjualan berpotensi tumbuh hingga 30% selama Ramadan. Contoh lain, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) juga memproyeksikan penjualan perusahaan bisa naik di rentang 10% sampai 20% selama bulan puasa tahun ini.

Memang, berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini, kasus Covid-19 yang terus menurun membuat mobilitas masyarakat bisa terdongkrak. Masyarakat bisa lebih leluasa berbelanja dan bisa ikut mengerek kinerja penjualan emiten yang terkait.

Selain itu, vaksinasi juga sudah berjalan dengan baik, apalagi dengan adanya vaksin booster. Mudik pun sudah diperbolehkan dengan syarat sudah divaksin 3x (termasuk booster). Secara umum, kondisi ekonomi juga lebih solid.

Namun, faktor pelaksanaan kenaikan PPN dari 10% menjadi 11% tentunya juga menjadi pertimbangan tambahan. Kenaikan PPN sebesar 1% dalam taraf tertentu akan membuat harga berbagai produk ritel dan consumer goods sebagai objek pajak akan naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produk Andalan Mayora Hadapi Tantangan Bisnis Sektor FMCG


(adf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading