Efek Perang, Laba Garudafood Turun 24% di Kuartal I-2022

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
28 April 2022 14:55
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2021 dan Paparan Publik PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (Dok. Garudafood)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laba emiten konsumer, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) sepanjang kuartal I 2022 turun meskipun perseroan berhasil meningkatkan pendapatan. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba Garudafood tercatat senilai Rp 93,14 triliun. Angka tersebut lebih rendah 24,10% dibandingkang perolehan pada periode yang sama 2021 senilai Rp 122,74 miliar.

Pada kuartal I-2022 penjualan penjualan perseroan mencapai Rp 2,78 triliun selama kuartal I-2022, tumbuh 22,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,27 triliun.


"Laba bersih Perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sebesar 24% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun penurunan ini utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas bahan baku serta bahan kemas sebagai dampak kondisi pandemi yang panjang yang memicu kelangkaan kontainer, tingginya freight cost dan kelangkaan bahan baku," jelas Paulus Tedjosutikno, Direktur Garudafood, Kamis (28/4/2022).

Hal tersebut semakin diperburuk dengan krisis Rusia dan Ukraina yang menimbulkan multiplier effects yang sangat luas. Namun, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Hal ini ditunjang dengan semakin pulihnya ekonomi Indonesia karena penanganan Covid-19 yang semakin baik oleh pemerintah sehingga mobilitas masyarakat juga semakin tinggi,"ujar Paulus.

Di sisi lain, Paulus menyebutkan tantangan perseroan saat ini adalah menghadapi kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas yang belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.

"Untuk menyiasati kondisi tersebut Perseroan melakukan berbagai upaya antara lain, kontrak jangka panjang untuk mendapatkan harga yang stabil dan jaminan pasokan, meningkatkan persediaan untuk mengantisipasi gangguan di jalur logistik bahan baku sehingga kelangsungan proses produksi tidak sampai terganggu."

"Perseroan juga melakukan langkah-langkah inovasi untuk meredam dampak kenaikan bahan baku dan kemasan sehingga meminimalkan dampak kepada para konsumen setia kami," tambahnya.

Di samping itu, total liabilitas Perseroan pada 31 Maret 2022 tercatat meningkat dari Rp 3,74 triliun menjadi Rp 4,1 triliun atau naik 10,64%. Sementara ekuitas Perseroan turun 3,59% menjadi Rp 2,92 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 3,03 triliun.

Nilai aset perseroan tercatat Rp 7,05 triliun atau naik 4,27% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 6,77 triliun. Perseroan juga memiliki kas dan setara kas lebih dari Rp 856 miliar di akhir 31 Maret 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produk Andalan Mayora Hadapi Tantangan Bisnis Sektor FMCG


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading