Bakal Gajian 3 Kali & Pesta Belanja, Saham Consumer Menarik?

Market - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
06 April 2022 12:44
Saham Barang Konsumsi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja emiten sektor barang-barang konsumer (consumer goods) diprediksi akan ada di tren positif sepanjang Ramadan 2022. Alasannya, Ramadan 1443 H ini tiba saat masyarakat bisa mendapatkan tiga kali momentum gajian.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya berkata, pada Ramadan tahun ini masyarakat akan menjalaninya dengan bekal dana cukup karena telah mendapat gaji pada akhir Maret atau awal April. Kemudian, pekerja juga akan mendapat gaji lagi pada akhir April atau awal Mei, tepat sebelum Idulfitri tiba.

Sebelum gajian pada akhir April/awal Mei, akan ada tunjangan hari raya (THR) yang akan didapatkan para pekerja di Indonesia. Tiga momentum gajian ini dipercaya bisa mengerek minat masyarakat melakukan konsumsi.


"Jadi 3 kali payday dan selain itu ada 5 kali weekend dan 1 minggu libur panjang. Jadi biasanya orang akan berbondong-bondong untuk belanja atau rekreasi salah satunya ke mal. Dengan weekend dan gajian 3 kali ini sebabkan seharusnya belanja masyarakat akan meningkat dan menguntungkan bisnis ritel," kata Andrey kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/4/2022) malam.

Menurut Andre, kinerja saham sektor ritel dan barang konsumer juga bisa terkerek keputusan pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik. Selama 2 tahun terakhir, mudik dilarang oleh pemerintah karena alasan pandemi Covid-19 belum terkendali.

Kebijakan ini dipercaya membuat keberadaan saham sektor ritel akan semakin dilirik investor. Apalagi, kata Andre, pada setahun terakhir kinerja saham di sektor ini masih di bawah rata-rata dibanding sektor lain.

"Sektor ritel tahun ini akan ada katalis, pertama lebaran. Dua tahun sebelumnya penjualan saat lebaran cukup rendah karena kebijakan melarang mudik dan menyebabkan keinginan orang belanja berkurang. Tahun ini pemerintah bolehkan orang mudik, dengan adanya perayaan lebaran di kampung halaman mentrigger belanja ritel yang lebih tinggi," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produk Andalan Mayora Hadapi Tantangan Bisnis Sektor FMCG


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading