Saham Bank Mini Ngacir Lagi, Minum 'Jamu' Apa Sih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
30 November 2021 09:51
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten bank mini (dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun) kembali menguat ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Selasa (30/11), melanjutkan penguatan pada penutupan Senin kemarin (29/11).

Berikut kenaikan saham bank mini, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.12 WIB.

  1. Bank Victoria International (BVIC), saham +7,73%, ke Rp 195/saham


  2. Bank Neo Commerce (BBYB), +5,96%, ke Rp 2.490/saham

  3. Bank Ganesha (BGTG), +5,77%, ke Rp 220/saham

  4. Bank Bumi Arta (BNBA), +4,60%, ke Rp 3.640/saham

  5. BPD Banten (BEKS), +3,08%, ke Rp 67/saham

  6. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +3,01%, ke Rp 137/saham

  7. Bank Oke Indonesia (DNAR), +2,99%, ke Rp 276/saham

  8. Bank Capital Indonesia (BACA), +2,96%, ke Rp 278/saham

  9. Allo Bank Indonesia (BBHI), +2,94%, ke Rp 7.000/saham

  10. Bank Bisnis Internasional (BBSI), +2,90%, ke Rp 5.325/saham

  11. Bank Jtrust Indonesia (BCIC), +2,36%, ke Rp 260/saham

  12. Bank QNB Indonesia (BKSW), +2,26%, ke Rp 181/saham

  13. Bank MNC Internasional (BABP), +2,07%, ke Rp 197/saham

  14. Bank Ina Perdana (BINA), +1,94%, ke Rp 3.680/saham

  15. Bank IBK Indonesia (AGRS), +1,13%, ke Rp 179/saham

  16. Bank Raya Indonesia (AGRO), +0,93%, ke Rp 2.170/saham

  17. Bank Amar Indonesia (AMAR), +0,68%, ke Rp 294/saham

  18. Bank Jago (ARTO), +0,33%, ke Rp 15.425/saham

Menurut data di atas, saham BVIC memimpin kenaikan sebesar 7,73% ke Rp 195/saham, setelah naik 1,12% pada Senin kemarin. Dalam sepekan saham ini terkerek 8,33%, sedangkan dalam sebulan melejit 42,34%.

Kabar terbaru, Bank Victoria bakal merealisasikan rencananya untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement) dengan target dana Rp 121,13 miliar. PT Victoria Investama Tbk (VICO) akan menyerap saham baru yang akan diterbitkan ini.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, dijelaskan bahwa rencana private placement ini akan dilakukan pada Desember 2021.

Hingga saat ini Victoria Investama, yang juga merupakan pemegang saham pengendali Bank Victoria, akan masih belum menetapkan porsi saham yang akan diambil dalam aksi korporasi ini. Saat ini Victoria Investama memiliki saham BVIC sebanyak 43,59%.

Private placement ini dilakukan untuk meningkatkan modal perusahaan untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum senilai Rp 2 triliun di akhir tahun nanti.

Hingga akhir September 2021 lalu, nilai modal inti perusahaan baru sebesar Rp 1,77 triliun.

Kedua, saham bank yang dikendalikan fintech Akulaku BBYB melesat 5,96%, melanjutkan lonjakan 18,09% pada Senin kemarin. Alhasil, dalam sepekan saham BBYB terkerek 13,74%, sedangkan dalam sebulan melambung 72,04%.

Tidak hanya saham BVIC dan BBYB, saham BGTG dan BNBA juga terapresiasi masing-masing 5,77% dan 4,60% pagi ini.

Sebagai informasi, OJK menyebutkan bahwa seluruh pemilik bank mini alias bank dengan modal inti (tier 1) di bawah Rp 2 triliun telah berkomitmen untuk memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan otoritas untuk memenuhi modal minimum Rp 2 triliun hingga akhir tahun ini.

Akhir 2021 ini memang OJK mengharuskan bank untuk memiliki modal minimal Rp 2 triliun jika tak mau turun kasta menjadi BPR alias Bank Perkreditan Rakyat.

Untuk tahun depan, modal minimal mencapai Rp 3 triliun sebagaimana termaktub dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa keuangan (OJK) Heru Kristiyana menjelaskan, proses bank-bank tersebut meningkatkan modal inti terus berjalan.

"Semua bank itu sudah mengarah ke sana, saya yakin benar, pasti mereka akan memenuhi aturan kita. Kalau tidak penuhi sanksi berat, turun kelas menjadi BPR," kata Heru Kristiyana, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Heru menambahkan, upaya meningkatkan modal inti tersebut dilakukan oleh bank dengan melakukan konsolidasi atau mencari partner strategis.

Menurut catatan CNBC Indonesia, setidaknya masih terdapat 13 bank yang saat ini belum memenuhi ketentuan permodalan minimal ini. Untuk menyebut beberapa, ada Bank Ina, Bank Ganesha, Bank Capital Indonesia, Bank MNC Internasional, dan Bank Aladin Syariah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Habis Manis Sepah Dibuang, Saham Bank Mini Diobral & ARB


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading