Saham Bank Gede 'Dibuang' Investor, IHSG jadi Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 November 2021 12:52
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, saham-saham emiten bank besar juga melorot ke zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (23/11/2021). Pelemahan ini terjadi seiring investor melakukan aksi jual bersih (net sell) di saham-saham tersebut.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,62% ke 6.681,433, dengan nilai transaksi Rp 7,71 triliun dan volume perdagangan 15,13 miliar saham. Kendati melemah investor asing melakukan beli bersih (net buy) Rp 32,97 miliar di pasar reguler dan beli bersih Rp 333,77 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Indeks sektor keuangan atau finansial (IDXFINANCE) pun berada di peringkat kedua di antara indeks sektoral yang merosot siang ini, yakni minus 1,56%.


Berikut pelemahan saham bank raksasa berdasarkan data BEI.

  1. Bank Negara Indonesia (BBNI), -2,09%, ke Rp 7.025/saham, net sell Rp 66,89 M

  2. Bank Mandiri (BMRI), -1,70%, ke Rp 7.225 saham, net sell Rp 5,75 M

  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), -1,64%, ke Rp 4.210/saham, net sell Rp 70,76 M

  4. Bank Danamon Indonesia (BDMN), -1,54%, ke Rp 2.500/saham, net sell Rp 2,19 M

  5. Bank Pan Indonesia (PNBN), -0,65%, ke Rp 770/saham, net sell Rp 1,20 M

  6. Bank Permata (BNLI), -0,57%, ke Rp 1.735/saham, net buy Rp 348 ribu

Menurut data di atas, saham bank BUMN BBNI menjadi yang paling melorot, yakni 2,09% ke Rp 7.025/saham. Koreksi ini terjadi setelah saham BBNI naik dalam 2 hari terakhir. Dalam sepekan, saham BBNI masih menguat 2,18%.

Investor asing mencatatkan jual bersih dengan nilai yang jumbo, sebesar Rp 66,89 miliar di saham BBNI. Ini menempatkan saham BBNI di peringkat ketiga saham yang paling banyak dilego asing siang ini.

Kemudian, saham bank pelat merah lainnya, BMRI, turun 1,70% ke Rp 7.225/saham, di tengah aksi jual bersih asing Rp 5,75 miliar, salah satu yang terbesar juga di bursa.

Seperti saham BBNI, turunnya saham BMRI siang ini terjadi usai naik dalam 2 hari terakhir.

Kabar teranyar, Bank Mandiri mengumumkan, telah menyalurkan kredit senilai Rp 2 triliun kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Hal ini disepakati dalam penandatanganan perjanjian kredit oleh Senior Vice President (SVP) Government Institutional Bank Mandiri Dadang Ramadhan P. dan Head of Treasury Division IIF Faridh H Muhsinin yang disaksikan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas dan Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Rohan Hafas menyampaikan, penyaluran kredit ini sebagai komitmen perseroan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di Tanah Air sekaligus untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Tidak hanya duo BBNI-BMRI, saham bank BUMN BBRI juga terdepresiasi 1,64%. Investor asing tercatat mencatatkan net sell Rp 70,76 miliar di saham BBRI, terbesar di bursa hingga siang ini. Dalam seminggu, saham BBRI masih naik 1,94%.

Mengenai prospek kinerja ke depan, BRI optimistis pertumbuhan kredit akan semakin membaik, terutama dengan perekonomian yang mulai pulih. Pemulihan kegiatan ekonomi di tengah masyarakat terjadi seiring dengan melandainya pandemi.

"Hingga akhir 2021 penyaluran kredit diproyeksikan mampu tumbuh sesuai target, yakni sebesar 6-7% yoy dengan kualitas kredit yang disalurkan terus membaik dan besaran kredit yang direstrukturisasi secara konsisten menunjukkan penurunan," ungkap Direktur Utama BRI Sunarso, dalam siaran pers, Senin (22/11/2021).

Pencapaian tersebut diproyeksikan lebih baik dibandingkan capaian semester I-2022. Sunarso mengatakan salah satu faktor pendorong pada di semester II-2021 adalah rampungnya proses Holding Ultra Mikro yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi. Bahkan pada tahun depan, BRI menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dikisaran 8-10% yoy.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Raksasa Diborong, IHSG Tembus & Kuat di 6.200


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading