Analisis

Terungkap! Deretan Kabar Buruk Biang Kerok IHSG Nyungsep

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
28 October 2021 12:33
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Alih-alih mencoba menembus level tertinggi sepanjang masa di posisi 6.693, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah anjlok meninggalkan level psikologis 6.600 pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (28/10/2021).

Para investor tampaknya masih khawatir soal kasus Covid-19 di Tanah Air dan di sejumlah negara, seperti Singapura dan China.

Selain itu, sentimen negatif bagi IHSG lainnya juga terkait perkembangan krisis likuiditas perusahaan properti di China dan reli harga komoditas juga mulai mengendur jelang konferensi konferensi iklim COP26 yang dimulai pada hari Minggu mendatang.


Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI),  IHSG ambles 1,02% ke posisi 6.535,076 dengan nilai transaksi Rp 7,72 triliun dan volume perdagangan 13,74 miliar saham pada penutupan sesi I hari ini.

Adapun, 125 saham tercatat naik, 387 melorot, dan 136 saham stagnan. Di tengah terkoreksinya IHSG, investor asing ramai-ramai keluar dari bursa RI dengan catatan jual bersih Rp 203,04 miliar di pasar reguler dan jual bersih Rp 18,71 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Saham batu bara BUMN PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan duo bank raksasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilego asing.

Asing melakukan jual bersih di saham PTBA mencapai Rp 55,7 miliar, di saham BBRI sebesar Rp 46,7 miliar, dan di saham BBCA Rp 35,1 miliar. Ketiga saham itu pun turun, masing-masing sebesar 5,04%, 0,93%, dan 1,01%.

Sentimen negatif untuk IHSG dari dalam negeri berkaitan dengan kasus covid-19 di sejumlah provinsi yang dilaporkan mengalami kenaikan.

Kondisi ini lantas membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai gelisah, dan membuat seluruh kepala negara bersikap waspada.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Presiden Jokowi menginstruksikan seluruh kepala daerah mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 dengan menggencarkan strategi antisipatif mulai dari penguatan protokol kesehatan hingga percepatan vaksinasi.

"Arahan tersebut disampaikan Presiden Jokowi secara langsung kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual dalam pertemuan terkait situasi terkini penanganan COVID-19, Senin (25/10/2021) lalu," ujar Johnny dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Arahan Jokowi ini diberikan sehubungan dengan adanya data evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang menunjukkan terjadinya kenaikan kasus di 105 Kabupaten/Kota.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia dalam tiga hari terakhir tampak menunjukkan tren kenaikan. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada tambahan 719 baru dalam kurun waktu Selasa (26/10/2021) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (27/10/2021) pukul 12.00 WIB.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan kemarin dan sehari sebelumnya yang tercatat masing-masing 611 kasus dan 460 kasus. Adapun hingga Rabu, secara total ada 4.241.809 pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Namun, kabar baiknya, kasus sembuh bertambah 944 pasien, lebih tinggi dari penambahan kasus baru pada Rabu. Secara total, kasus sembuh mencapai 4.085.775 kasus.

Lebih lanjut, kasus meninggal bertambah 29 jiwa sehingga total kasus meninggal ada 143.299 jiwa.

NEXT: Kasus Covid-19 Singapura hingga Kabar Kurang Sedap dari China

Lonjakan Kasus Covid-19 Singapura hingga Kabar Kurang Sedap dari China
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading