Dicecar BEI soal Laba-Suntik Sayurbox, Ini Kata MTDL Ciputra

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 October 2021 10:51
Amanda Cole CEO Sayurbox (Ist Youtube/wellspaces group)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi yang terafiliasi dengan Grup Ciputra, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menjelaskan duduk persoalan berkaitan dengan setoran dana investasi di startup grosir SayurBox hingga kinerja perusahaan terutama laba bersih yang melesat.

Hal ini menjawab sejumlah pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada MTDL soal latar belakang dan tujuan investasi pada Sayurbox, perkiraan selesainya proses penyetoran investasi tersebut, sumber pendanaan untuk pembiayaan investasi, apakah MTDL menjadi pengendali hingga rencana ekspansi lainnya.

Manajemen MTDL menyatakan perseroan memang telah menyelesaikan penyetoran dana investasi sebesar US$ 500.000 atau setara dengan Rp 7,2 miliar (kurs Rp 14.300/US$), di perusahaan rintisan e-groceries, Kulawarga Asia Pte Ltd atau yang dikenal dengan Sayurbox.


Corporate Secretary MTDL, Randy Kartadinata menjelaskan, tujuan investasi di Sayurbox agar perseroan dapat mengembangkan bisnis melalui investasi di perusahaan startup yang berbasis digital yang telah teruji, bertumbuh secara baik, dan memiliki customer base yang besar.

"Tujuan dari investasi ini adalah sejalan dengan strategi besar dari perseroan untuk terlibat secara penuh dalam transformasi digital di Indonesia," kata Randy, dalam penjelasannya kepada otoritas bursa, dikutip Kamis (21/10/2021).

Sumber pendanaan untuk pembiayaan investasi ini berasal dari internal. Dengan investasi sebesar US$ 500.000 tersebut, perseroan tidak akan menjadi pemegang saham pengendali Sayurbox.

Sayurbox merupakan perusahaan berbadan hukum di Singapura yang mempunyai kepemilikan saham mayoritas di PT Kreasi Nostra Mandiri dan PT Kreasi Tani Laksmi yang menjalankan kegiatan usaha penjualan retail dan distribusi sayur, buah, daging dan kebutuhan sehari-hari melalui media platform elektronik. Sayurbox sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2017.

Selain soal SayurBox, BEI juga mencecar manajemen MTDL soal kinerja.

BEI mempertanyakan, bahwa dalam laporan keuangan per 30 Juni 2021, MTDL mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp 1.457 miliar (Rp 1,45 triliun) atau sebesar 23,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun yang sama, perseroan membukukan kenaikan laba hingga mencapai Rp 138 miliar atau sebesar 63,6%.

"Mohon penjelasan mengenai latar belakang kenaikan laba tahun 2021 dan strategi yang perseroan telah jalankan untuk mencatatkan kenaikan laba yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kenaikan pendapatan pada tahun berjalan," cecar BEI dalam pertanyaan tertulisnya.

Randy menjawab bahwa perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun atau sebesar 23,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan itu utamanya ditopang oleh peningkatan produk TIK (teknologi informasi dan komunikasi) di masa pandemi untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan secara work from home / school from home.

Adapun kebutuhan produk TIK ini sebagian besar adalah produk notebook dan PC di unit bisnis distribusi MTDL.

Selain itu, kenaikan penjualan juga dikontribusikan dari unit bisnis solusi dan konsultasi, khususnya untuk mendukung para pelanggan korporasi dalam menjalankan bisnisnya secara online (remote working).

Randy menambahkan, kenaikan pendapatan MTDL juga di dukung oleh kenaikan laba kotor, dan juga disertai dengan penghematan biaya-biaya operasional kantor di antaranya adalah biaya perjalanan dinas, biaya seminar dan conference, biaya listrik, air, dan biaya operasional lainnya di tengah masa pandemi yang mengharuskan karyawan perseroan sebagian besar bekerja dari rumah.

Selain itu, kenaikan laba bersih juga dikontribusikan oleh pemulihan dari selisih rugi kurs dari tahun sebelumnya.

"Dengan demikian maka laba bersih perseroan meningkat lebih tinggi secara prosentase dibandingkan dengan pendapatan," ungkapnya.

Dari pasar modal, data BEI mencatat, pada pukul 10.41 WIB, Kamis ini (21/10), saham MTDL minus 2,42% di Rp 3.230/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 7,93 triliun. Sebulan terakhir saham MTDL naik 15% dan 3 bulan terakhir juga naik 48%.

Saham perseroan sebesar 35,88% dipegang oleh PT Ciputra Corpora per Juni 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Metrodata Siap 'Suntik' Startup Bareng TLKM, Ini Jeroannya!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading