Roundup

Cek 8 'Hot Issue' Bursa, Tender Offer Agung Sedayu-Saham BUKA

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 October 2021 08:04
Sugianto Kusuma (Aguan) Foto: M. Iqbal-detikcom

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memasuki penghujung pekan, tepatnya Jumat (15/10/2021). Sebelum menutup minggu ini, sejumlah kabar emiten menunggu untuk disimak.

Kabar ini mulai dari rencana tender offer pemegang saham baru PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) hingga perkembangan terbaru kinerja emiten di akhir periode September 2021.

CNBC Indonesia telah merangkum delapan peristiwa emiten kemarin, Kamis (14/10/2021) untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan hari ini dibuka.


1. Investasi Rp 70 T, Pabrik Baru Chandra Asri Dibangun 2023

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menargetkan pembangunan pabrik PT Chandra Asri Perkasa (CAP2), pabrik kedua milik perusahaan bisa dimulai pada 2023 mendatang.

Pabrik ini nantinya akan berkapasitas 3,8 juta ton dan menggenapkan total produksi Chandra Asri menjadi 8 juta ton per tahun.

Direktur Chandra Asri Suryandi mengatakan pembangunan ini nantinya akan memakan dana senilai US$ 5 miliar atau setara dengan Rp 70 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$). Saat ini perusahaan telah menggandeng Thai Oil Public Company Limited (Thai Oil) sebagai investor strategis.

2. Caplok PANI, Agung Sedayu Siap Tender Offer, Ini Jadwalnya!

Perusahaan yang tergabung dalam Agung Sedayu Group, PT Multi Artha Pratama (MAP) menyatakan telah menyampaikan dokumen pelaksanaan penawaran tender (tender offer) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per tanggal 12 Oktober 2012.

Dalam pengumuman terkait penjelasan atas permintaan penjelasan bursa di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (14/10), Direktur Utama PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI), Prilli Budi Pasravita Soetantyo menyampaikan perkiraan jadwal waktu pelaksanaan tender offer adalah tanggal 11 November hingga 10 Desember 2021.

"Penetapan harga pembelian saham perseroan adalah berdasarkan kesepakatan para pihak," kata Prilli dikutip CNBC Indonesia.

3. Polda Metro Ringkus Terduga Penipuan Jenius, BTPN Buka Suara!

PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengapresiasi kerja keras Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) dalam menyelidiki kasus penipuan yang merugikan nasabah Jenius Bank BTPN, mengejar dan menangkap para terduga pelaku penipuan tersebut.

Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto mengatakan penangkapan para terduga pelaku merupakan tindak lanjut dari laporan perusahaan pada Juli lalu.

Dengan penangkapan ini menurutnya menjadi pelajaran penting dan peringatan bagi para pelaku kejahatan perbankan bahwa manajemen menangani secara serius setiap kasus yang terjadi dan merugikan nasabah Bank BTPN.

4. Harga Saham di Bawah IPO, Begini Respons Bos Bukalapak!

Manajemen emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengungkapkan alasan pelemahan harga saham yang dialami perusahaan dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Data perdagangan menunjukkan saham BUKA sudah turun selama beberapa terakhir dan berada di bawah harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 6 Agustus 2021, yang senilai Rp 850/saham.

President Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan penurunan saham yang terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas belakangan ini, dan menyebabkan terjadinya rotasi portofolio dari para investor pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

5. Bujet Awal Rp 1,9 T, Gegara Pandemi Japfa Pangkas Capex

Emiten poultry dan produk ayam olahan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyebutkan salah satu strategi bertahan yang dilakukan perusahaan di tengah pandemi Covid-19 adalah mengurangi alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sejak tahun lalu.

Strategi efisiensi ekspansi ini dilakukan untuk memastikan likuiditas perusahaan tetap terjaga.

Financial Controller Japfa Comfeed Erwin Djohan mengatakan alokasi capex yang lebih rendah ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu.

6. Adhi Karya 'Ketiban' Kontrak Baru Rp 11 T, Saham Naik Tipis!

Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), merealisasikan kontrak baru senilai Rp 11,3 triliun pada September 2021.

Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto mengatakan, jumlah kontrak baru ini naik 82,3 % dibandingkan perolehan kontrak baru pada kuartal ketiga tahun 2020 sebesar Rp 6,2 triliun.

"Nilai kontrak ini merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang ADHI miliki," ungkap Farid, dalam penjelasannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (14/10/2021).

7. Induknya Rights Issue, BGTG Disuntik Pemodal Hong Kong Rp 1 T

Emiten yang bergerak di bidang jasa keuangan, PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) akan melaksanakan penerbitan saham baru dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Jumlah maksimal yang baru yakni sebanyak 7,45 miliar saham seri C dengan nilai nominal Rp 100. Equity Development adalah induk usaha dari PT Bank Ganesha Tbk (BGTG).

Saham baru tersebut akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 165 per saham, sehingga total dana yang bisa dikumpulkan dari rights issue ini bisa mencapai Rp 1,23 triliun.

8. Hypermart MPPA Rights Issue Rp891 M, Keluarga Lippo Mau Serap

Emiten pengelola gerai Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, Grup Lippo, melalui PT Multipolar Tbk (MLPL), perusahaan induk yang sahamnya dimiliki keluarga Lippo lewat PT Inti Anugerah Pratama, akan menjadi pembeli siaga (standby buyer).

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perusahaan, MPPA berencana menawarkan 1.171.200.788 saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan Rp 760 per saham dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI, sehingga, dari rights issue ini, MPPA membidik dana sebesar Rp 890,11 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading