Review

RUPSLB Hari Ini, Saham Allo Bank Milik CT sudah Cuan 4.000%

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
15 October 2021 06:20
Chairul Tanjung Founder & Chairman CT Corp dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berhasil melesat hingga 15,02% di level Rp 4.900/saham pada perdagangan Kamis kemarin (14/10/2021).

Dengan penguatan tersebut, maka berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak awal tahun hingga saat ini (year to date/ytd), saham eks Bank Harda ini cuan hingga 2.168% dan setahun terakhir meroket 4.119%, sudah dihitung dengan aksi penerbitan saham baru di Juli lalu.

Pada perdagangan Kamis kemarin, saham BBHI ditransaksikan Rp 58,27 miliar dengan volume perdagangan 12,67 juta saham. Dihitung sepekan, saham BBHI naik 28,27%, sebulan terakhir mampu naik 35,36%, dengan kapitalisasi pasar Rp 57 triliun.


Investor asing mencatatkan beli bersih sehari Rp 5,8 miliar di pasar reguler dan sepekan net buy Rp 11 miliar, sebulan juga asing masuk Rp 15 miliar.

Kenaikan saham BBHI terjadi jelang agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLSB) Allo Bank Indonesia yang akan digelar pada Jumat hari ini (15/10).

Salah satu agenda RUPSLB tersebut adalah untuk menyetujui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue dan peningkatan modal dasar perseroan.

Sebelumnya, manajemen BBHI menyatakan jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan dalam penawaran umum terbatas (PUT) III atau rights issue ini adalah sebanyak-banyaknya 11.000.000.000 atau 11 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

"Jumlah ini setara dengan 94,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pada saat keterbukaan informasi ini, dengan harga yang akan ditetapkan dan diumumkan kemudian di dalam prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku," tulis manajemen BBHI.

PT Mega Corpora memiliki opsi untuk dapat mengalihkan sebagian atau seluruh dari HMETD yang menjadi haknya kepada investor tertentu.

Dengan asumsi HMETD Mega Corpora dapat diambil sebagian oleh investor strategis dan sebagian dilaksanakan oleh Mega Corpora serta seluruh pemegang saham publik mengambil bagian atas HMETD, maka bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETDnya akan terkena dilusi kepemilikan maksimum 48,49%.

Pada Juli lalu, BBHI melakukan PUT II dengan menerbitkan sebanyak 7.498.501.776 saham biasa atau sebesar 64,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PUT II dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 100.

Dengan demikian, jumlah dana yang diterima BBHI dalam PUT II tersebut sebesar Rp 749.850.177.600 atau hampir Rp 750 miliar.

Mega Corpora selaku pemegang saham dengan kepemilikan 90,00% akan mengambil bagian seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Saat ini, Allo Bank sudah mendapatkan izin layanan perbankan digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Produk yang dimaksud adalah layanan bank digital sekaligus aplikasi digital onboarding milik perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan di BEI, persetujuan yang diberikan oleh OJK meliputi Persetujuan Produk/Aktivitas Baru, Aplikasi, Sistem Utama dan Sistem Penunjang. Izin ini diberikan berdasarkan Surat OJK Nomor - 159/PB.333/2021 tanggal 10 September 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading