Net Buy-Sell

Asing 'Kerasukan' Borong 5 Saham Big Cap, Lepas EXCL-INTP

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
14 October 2021 17:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah bergairah pada perdagangan Kamis (14/10/2021), di tengah masih berlangsungnya aksi borong saham oleh investor asing hingga mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melonjak 1,36% ke level 6.626,11. IHSG pun berhasil menyentuh level psikologis di 6.600, setelah pada perdagangan kemarin berhasil tembus level psikologis 6.500.

Bahkan, posisi IHSG sudah mendekati level penutupan tertinggi sepanjang sejarahnya di angka 6.689 yang dicapai pada tahun 2018 silam.


Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali turun menjadi Rp 16,7 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan pembelian bersih (net buy) hingga mencapai Rp 1,4 triliun di pasar reguler. Sebanyak 305 saham naik, 225 saham turun dan 129 lainnya stagnan.

Pada hari ini, asing kembali memborong empat saham berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) lebih dari Rp 150 miliar, di mana dua diantaranya merupakan saham perbankan.

Adapun keempat saham big cap tersebut yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga mencapai Rp 220 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 184 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp 157 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 152 miliar.

Selain memburu empat saham big cap lebih dari Rp 150 miliar, asing juga mengoleksi saham big cap lainnya, yakni saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 79 miliar. Asing juga tercatat kembali mengoleksi saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing tercatat melepas saham telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL), saham emiten jasa transportasi logistik dan penyewaan kendaraan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), saham emiten produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP), dan saham emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

Dengan penguatan yang terjadi hari ini, IHSG berhasil mencatatkan hat trick karena finish di zona hijau dalam tiga hari beruntun.

Dini hari tadi waktu Indonesia, Wall Street juga menguat. Indeks S&P 500 naik 0,30%. Sementara itu indeks Nasdaq Composite naik 0,73%.

IHSG sukses menguat di dua minggu pertama kuartal ke-IV. Di saat yang sama sentimen global juga bisa dibilang kurang terlalu mendukung untuk penguatan yang tinggi.

Risalah rapat bank sentral AS the Fed menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan sepakat untuk mulai melakukan pengurangan pembelian obligasi atau tapering di pertengahan November atau pertengahan Desember, meskipun mereka tetap bersilang pendapat atas seberapa besar ancaman inflasi yang tinggi dan seberapa cepat mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Risalah pertemuan tersebut menunjukkan para anggota merasa The Fed telah hampir mencapai tujuan ekonominya dan segera dapat mulai menormalkan kebijakan dengan mengurangi laju pembelian aset bulanannya.

Sentimen dari luar negeri lain yang masih akan terus dipantau oleh investor adalah terkait kasus likuiditas perusahaan properti China, Evergrande, dan krisis energi yang melanda sejumlah negara.

Melansir Reuters Rabu (13/10/2021), Krisis China Evergrande memicu putaran baru penurunan peringkat kredit. Kemarin juga, Evergrande kembali melewatkan pembayaran obligasi internasionalnya senilai US$ 150 miliar untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Selain itu banyak pengembang properti lain yang juga menghadapi tenggat waktu pembayaran sebelum akhir tahun, senasib dengan Evergrande yang tampak semakin suram. Ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan memicu dampak serius yang jauh lebih luas.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading