Tok! RUPSLB Restui Allo Bank Milik CT Rights Issue Jumbo

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 October 2021 11:22
Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung memberi sambutan di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020 di The Ritz Carlton Ballroom, Pasific Place, Jakarta, Rabu 26/2/2020. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menyetujui dua agenda penting yang diagendakan dalam rapat tersebut yang digelar Jumat pekan lalu (15/10/2021) di Menara Bank Mega, Jakarta.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin ini (18/10), manajemen bank yang dikendalikan oleh Mega Corpora milik pengusaha nasional Chairul Tanjung itu melaporkan hasil RUPSLB.

Pertama, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari semula sebanyak 16 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1,6 triliun menjadi sebanyak 40 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 4 triliun.


Kedua, menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Jumlah penerbitan saham baru kepada para pemegang saham ini sebanyak-banyaknya 11 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 100/saham.

Berikutnya, pemegang saham memberikan kuasa dan wewenang dengan substitusi kepada direksi perseroan untuk PMHMETD melalui Penawaran Umum Terbatas termasuk namun tidak terbatas untuk menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan dalam rights issue dan menentukan harga pelaksanaan dalam rangka PMHMETD.

Sebelumnya, manajemen BBHI menyatakan jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan dalam penawaran umum terbatas (PUT) III atau rights issue ini adalah sebanyak-banyaknya 11 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, kendati harga pelaksanaan belum ditetapkan.

"Jumlah ini setara dengan 94,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pada saat keterbukaan informasi ini, dengan harga yang akan ditetapkan dan diumumkan kemudian di dalam prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku," tulis manajemen BBHI.

PT Mega Corpora memiliki opsi untuk dapat mengalihkan sebagian atau seluruh dari HMETD yang menjadi haknya kepada investor tertentu

Dengan asumsi HMETD Mega Corpora dapat diambil sebagian oleh investor strategis dan sebagian dilaksanakan oleh Mega Corpora serta seluruh pemegang saham publik mengambil bagian atas HMETD, maka bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETDnya akan terkena dilusi kepemilikan maksimum 48,49%.

Pada Juli lalu, BBHI melakukan PUT II dengan menerbitkan sebanyak 7.498.501.776 saham biasa atau sebesar 64,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PUT II dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 100.

Dengan demikian, jumlah dana yang diterima bank eks Bank Harda ini dalam PUT II tersebut sebesar Rp 749.850.177.600 atau hampir Rp 750 miliar.

Mega Corpora selaku pemegang saham dengan kepemilikan 90,00% akan mengambil bagian seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Saat ini, Allo Bank sudah mendapatkan izin layanan perbankan digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Produk yang dimaksud adalah layanan bank digital sekaligus aplikasi digital onboarding milik perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), persetujuan yang diberikan oleh OJK meliputi Persetujuan Produk/Aktivitas Baru, Aplikasi, Sistem Utama dan Sistem Penunjang. Izin ini diberikan berdasarkan Surat OJK Nomor - 159/PB.333/2021 tanggal 10 September 2021.

Dari pasar modal, setelah meroket beribu persen, saham BBHI turun 5,31% di Rp 4.640/saham dengan nilai transaksi Rp 29 miliar. Sebulan terakhir saham BBHI melesat 31% dan setahun terakhir melonjak 3.895%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading