Saham Bank Digital Rontok, Allo Bank Mendaki 'Pucuk Dingin'

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
14 October 2021 13:08
Allo Bank

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah saham-saham bank digital mengalami tren koreksi dalam sepekan dan sebulan belakangan, saham bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berhasil melesat di tengah aksi borong investor asing.

Katalis positif yang mengerek harga saham BBHI akhir-akhir ini ada dua hal. Pertama adalah diperolehnya izin sebagai bank digital oleh OJK dan kedua rencana penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berikut ini tabel kinerja saham-saham bank digital, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per penutupan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (14/10/2021).


Kinerja Saham-Saham Bank Digital dalam Sepekan-Sebulan Terakhir

Kode Ticker

Harga Terakhir (Rp)

% Sepekan

% Sebulan

BBHI

4.380

14.66

20.99

ARTO

12.475

-4.95

-15.71

BBYB

1.245

-14.14

-16.16

BKSW

175

-6.42

-21.88

AGRO

1.865

-10.34

-24.19

BANK

2.400

-13.98

-26.15

BABP

240

-11.76

-27.27

BACA

302

-10.65

-30.41

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI) | Data per 14 Oktober 2021, pukul 11.30 WIB

Menurut daftar di atas, saham BBHI menjadi satu-satunya saham bank digital yang melonjak baik dalam sepekan maupun sebulan terakhir. Dalam sepekan, saham BBHI melesat 14,66%, sementara dalam sebulan melonjak 20,99%. Adapun hari ini, saham BBHI naik 2,82% ke Rp 4.380/saham.

Seiring dengan menguatnya saham BBHI, investor melakukan aksi beli bersih (net buy) pada hari ini sebesar Rp 2,67 miliar. Sementara, asing juga melakukan beli bersih dalam sepekan dan sebulan terakhir dengan nilai masing-masing sebesar Rp 7,52 miliar dan Rp 11,92 miliar di pasar reguler.

Adapun nilai kapitalisasi pasar saham BBHI saat ini mencapai Rp 51,17 triliun.

Sebagai informasi, Allo Bank akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLSB) pada Jumat esok (15/10).

Adapun salah satu agenda RUPSLB tersebut adalah untuk menyetujui aksi korporasi rights issue dan peningkatan modal dasar perseroan.

Sebelumnya, manajemen BBHI menyatakan jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan dalam penawaran umum terbatas (PUT) III atau rights issue ini adalah sebanyak-banyaknya 11.000.000.000 atau 11 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

"Jumlah ini setara dengan 94,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pada saat keterbukaan informasi ini, dengan harga yang akan ditetapkan dan diumumkan kemudian di dalam prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku," tulis manajemen BBHI.

PT Mega Corpora memiliki opsi untuk dapat mengalihkan sebagian atau seluruh dari HMETD yang menjadi haknya kepada investor tertentu

Dengan asumsi HMETD Mega Corpora dapat diambil sebagian oleh investor strategis dan sebagian dilaksanakan oleh Mega Corpora serta seluruh pemegang saham publik mengambil bagian atas HMETD, maka bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETDnya akan terkena dilusi kepemilikan maksimum 48,49%.

Sementara saham emiten bank Grup MNC PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menjadi yang ambles dalam sebulan terakhir.

Saham BABP anjlok 27,27% dalam sebulan ke Rp 240/saham. Dalam sepekan pun saham ini merosot 11,76%.

Kemudian, saham BACA 'terjun bebas' 30,41% dalam sebulan dan ambles 10,65% selama sepekan ke harga Rp 302/saham.

Kabar terbaru, manajemen BACA menegaskan tidak ada pembeli siaga (standby buyer) dalam pelaksanaan rights issue perseroan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Capital, Wahyu Dwi Aji dalam penjelasannya kepada otoritas bursa mengenai rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau Penawaran Umum Terbatas IV perseroan.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 20 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga pelaksanaan sendiri belum ditetapkan. Namun, jika mengacu pada harga terendah saham BACA di awal tahun yakni Rp 376/saham, potensi dana yang bisa diraih mencapai Rp 7,5 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading