Sudah 9 Bulan Dilantik Jokowi, Bos SWF Buka-bukaan Proyeknya!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 October 2021 14:41
Ridha Wirakusumah ((Dirut PT Bank Permata Tbk/BNLI) sebagai CEO SWF (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana abadi Indonesia atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) yang pengurusnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Februari silam, saat ini fokus pada empat sektor dari sembilan sektor yang dibidik.

CEO INA Ridha D. M. Wirakusumah mengatakan empat sektor yang difokuskan tersebut antara lain basic infrastructure, digital infrastructure, kesehatan, dan green investing atau energi terbarukan (renewable energy).

"Di sektor basic infrastructure seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara. Di digital infrastructure itu termasuk menara telekomunikasi, data center dan fiberisasi," kata Ridha yang disampaikan melalui pernyataan Tim Humas INA ke CNBC Indonesia, dikutip Selasa (12/10).


Mantan Dirut PT Bank Permata Tbk (BNLI) ini menjelaskan bahwa INA atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) akan mendapatkan suntikan modal dari pemerintah senilai US$ 5 miliar atau hampir setara dengan Rp 75 triliun. Dana ini akan disuntikkan secara bertahap hingga akhir tahun ini.

Dalam proses menarik investor, Ridha mengungkapkan saat ini sudah mendapatkan banyak respons dari investor global.

Saat ini INA sudah mendapatkan komitmen dari tiga investor asing senilai US$ 3,75 miliar atau setara dengan Rp 54 triliun untuk diinvestasikan di jalan tol.

Investor yang dimaksud adalah Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG) dan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Selain di jalan tol, menurut Ridha saat ini tujuh operator pelabuhan kelas global juga telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di pelabuhan di Indonesia.

Sedangkan baru-baru ini, INA telah berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Kemitraan ini adalah untuk pengelolaan dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dan Village Bandara Soekarno-Hatta.

INA didirikan sejak 15 Desember 2020 yang merupakan pengelola dana abadi Indonesia yang didirikan di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dewan Pengawas LPI diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan beranggotakan Menteri BUMN Erick Thohir serta tiga anggota profesional yakni Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Make dan Haryanto Sahari.

Sementara itu lima direksi INA adalah Ridha DM Wirakusumah sebagai CEO, Arief Budiman sebagai Deputy CEO, Stefanus Ade Hadiwidjaja sebagai Chief Investment Officer, Marita Alisjahbana sebagai Chief Risk Officer, dan Eddy Porwanto sebagai Chief Financial Officer.

Jajaran pengurus INA dilantik pada Selasa (16/2/2021) langsung oleh Presiden Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading