Geger Utang Evergrande Rp4.000 T, Ini Hui Ka Yan Pemiliknya

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
24 September 2021 15:22
Hui Ka Yan (Chairman Evergrande Real Estate Group)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib raksasa properti China, Evergrande Group, yang terancam gagal bayar dengan total utang mencapai Rp 4.000 triliun menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir, tak cuma di China, melainkan global dan Asia.

Bahkan lembaga pemeringkat Fitch Ratings, Kamis (23/9/2021), memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi China tahun ini akibat adanya kasus Evergrande yang mengalami ancaman kebangkrutan.

Mengutip AFP, Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan Tiongkok akan mencapai 8,1% tahun ini, turun dari sebelumnya yang berada di level 8,4%.


Fitch juga menambahkan, kejatuhan perusahaan properti itu juga merupakan imbas dari pengetatan peraturan oleh pihak berwenang yang ingin mengendalikan lonjakan harga properti dan pinjaman perusahaan yang berlebihan.

"Perumahan mulai turun dan tekanan keuangan membebani investasi real estate," kata Fitch dalam laporan terbarunya.

"Investasi residensial secara langsung menyumbang sekitar 10% dari PDB dan aktivitas properti memiliki dampak besar ke industri lain," tambah analis Fitch.

Sebelumnya Evergrande menyebut penjualan aset properti yang dimiliki tidak mampu melunasi utang yang terlampau amat besar, yakni mencapai US$ 300 miliar atau sekitar Rp 4.275 triliun.

"Sepertinya mereka sedang mengerjakan restrukturisasi utang setelah tidak ada hasil nyata pada pelepasan aset, dan tugas pertama adalah menstabilkan pemegang produk manajemen kekayaan yang bisa menjadi masalah sosial," kata Daniel Fan, analis kredit di Bloomberg Intelligence.

Kasus default utang Evergrande terungkap saat perusahaan tak mampu memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145 juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga. Hal ini membuat para investor mulai khawatir dan menggeruduk kantor perusahaan itu di kota Shenzhen, pekan lalu.

Lantas siapa sebetulnya pemilik perusahaan ini?

Ternyata pemilik mayoritas saham perusahaan ini adalah Hui Ka Yan atau Xu Jiayin, dengan kepemilikan sahamnya mencapai 9,3 miliar saham atau 70,72% dari total saham, berdasarkan data dari Refinitiv.

Pria berusia 62 tahun tersebut juga memimpin sebagai Chairman of the Board of Directors sekaligus Direktur Eksekutif Evergrande Group.

Per 15 September lalu, total kekayaan Hui Ka Yan mencapai US$ 11,5 miliar atau setara Rp 164 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Hui berada di posisi ke 53 dari daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Sementara di China, saat ini kekayaan Hui berada di posisi ke 10.

Berdasarkan sejumlah literatur dan media China, disebutkan bahwa sebelum mendirikan Evergrande, Hui sempat bekerja sebagai teknisi di pabrik baja selama 10 tahun setelah lulus kuliah pada tahun 1982.

Hui memulai Evergrande di Guangzhou pada tahun 1996 dan mulai mengambil properti harga rendah di pasar kecil. Adapun proyek pertamanya adalah Taman Jinbi di Provinsi Wuhan, China.

Selain itu, istri dari Hui Ka Yan yakni Ding Yumei juga menjadi pemilik terbesar saham Evergrande dengan kepemilikannya sahamnya mencapai 791,25 juta saham atau 5,97%, berdasarkan data dari Refinitiv.

Adapun orang terkaya lainnya di luar keluarga Hui Ka Yan yang memiliki saham Evergrande yakni Chan Hoi-Wan, Chief Executive Officer dari China Estates Holdings Ltd.

Istri dari miliarder asal Hong Kong, Joseph Lau tersebut memiliki saham Evergrande sebanyak 327,45 juta lembar saham atau sekitar 2,47% dari total saham, berdasarkan data dari Refinitiv.

Kepemilikan Hoi-Wan di saham Evergrande saat ini telah berkurang. Hal ini dilakukan oleh Hoi-Wan untuk mengurangi dampak risiko dari potensi default utang Evergrande.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading