Caplok 51% Saham Ranch Market, Ini Rencana Besar Grup Djarum!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 September 2021 17:45
dok. Blibli

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pengambilalihan 51% saham PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) oleh perusahaan e-commerce, PT Global Digital Niaga atau lebih dikenal dengan Blibli dari Grup Djarum disebut sebagai upaya perusahaan untuk mengembangkan ekosistem bisnisnya.

CEO sekaligus Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan perusahaan terus fokus membangun kepercayaan, memberikan pengalaman ritel terbaik, memastikan pemenuhan kebutuhan pelanggan, memberdayakan mitra bisnis, dan menciptakan inovasi solusi nyata.

"Untuk itu, sebagai bentuk komitmen Blibli dalam mempercepat pengembangan dan perluasan ekosistem bisnis sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia, kami telah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) dalam Supra Boga Lestari," kata Martanto kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/9/2021).


Dia menjelaskan, rencana strategis ini sejalan dengan langkah perusahaan untuk menumbuhkan bisnis yang sudah solid dengan menjadi solusi bagi seluruh pemangku kepentingan yang ada di dalam ekosistem bisnisnya.

Selain itu, dia yakni dengan reputasi, kinerja dan potensi RANC yang positif, akan makin membuka peluang dalam membesarkan pangsa pasar perusahaan yang akhirnya memacu pertumbuhan bisnis kedua pihak.

Saat ini, e-commerce dari Grup Djarum ini dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi perusahaan pengelola Ranch Market tersebut.

Dalam keterangan resmi perusahaan di media massa, dipublikasikan Kamis ini (16/9/2021), Blibli mengakuisisi kepemilikan dari 7 entitas pemegang sahamnya.

Adapun tujuh pemegang saham tersebut yakni:

  1. PT Wijaya Sumber Sejahtera
  2. PT Prima Rasa Inti
  3. PT Gunaprima Karyaperkasa
  4. PT Ekaputri Mandiri
  5. Dr David Kusumodjojo
  6. Suharno Kusumodjojo
  7. Harman Siswanto

Jumlah saham yang akan diambilalih rencananya sebanyak 797.888.628 saham atau setara dengan 51% dari total modal ditempatkan dan modal disetor RANC yang dimiliki oleh para penjual.

Transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas RANC (Rencana Pengambilalihan).

"Negosiasi dilakukan secara langsung oleh perseroan dengan para penjual. Dengan bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi dan persyaratan sebagaimana diatur dalam PPPS. Rencana pengambilan saham ini ditargetkan selesai selambat-lambatnya 40 hari kalender sesak diteken PPPS," tulis pengumuman tersebut.

Bila ini terealisasi, maka besar kemungkinan rencana IPO ini dilakukan melalui backdoor listing dengan membeli sebanyak 51% saham RANC.

Nilai akuisisi ini diperkirakan mencapai Rp 1,76 triliun jika mengacu pada harga pasar RANC pada penutupan perdagangan Rabu kemarin di level Rp 2.200 per saham.

Pada Kamis ini, harga saham RANC ditutup naik 10% ke level Rp 2.420 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 3,79 triliun.

Seperti diketahui, Blibli dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun depan.

Blibli bekerjasama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki proses penawaran umum perdana saham.

Mengacu situsnya, Blibli adalah mal online untuk barang-barang termasuk elektronik dan produk gaya hidup, dan bekerja sama dengan lebih dari 100.000 mitra yang didirikan sejak 2011. Perusahaan menawarkan pengiriman melalui Layanan Blibli Express sendiri serta 15 mitra logistik di kota-kota terbesar di Indonesia.

Blibli didukung oleh GDP Venture, cabang modal ventura Grup Djarum, yang dominasinya dalam bisnis rokok dan perbankan negara telah membantu menjadikan pemiliknya, dua saudara Hartono (Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono), dua orang terkaya di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading