Dibidik Sri Mulyani soal BLBI, Berapa Harta Keluarga Bakrie?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
16 September 2021 14:20
Indra Bakrie, dok Bumi Plc

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) kembali menambah daftar panjang obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dipanggil.

Kali ini anggota keluarga Bakrie masuk dalam pusaran skandal bantuan likuiditas di era krisis moneter 1998 tersebut. Hal tersebut diumumkan langsung melalui pengumuman di surat kabar nasional.

Anggota keluarga Bakrie yang dipanggil adalah Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie, keduanya merupakan debitur Bank Putera Multikarsa (bank penerima BLBI, bank milik pengusaha Marimutu Sinivasan) dengan utang sebesar Rp 22,7 miliar.


Mereka diminta menghadap Ketua Pokja Penagihan dan Litigasi Tim C untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada negara.

"Menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya sebesar Rp 22.677.129.206 dalam rangka penyelesaian kewajiban debitur Bank Putera Multikarsa," seperti dikutip pengumuman yang ditandatangani Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban.

Lalu seberapa besar kekayaan keluarga Bakrie yang mesti harus dipanggil oleh Satgas BLBI untuk melunaskan utang kepada negara?

Nirwan, Indra bersama dengan Aburizal merupakan saudara kandung yang tergabung dalam Grup Bakrie yang awalnya didirikan oleh ayah mereka, Achmad Bakrie sejak 1940.

Grup Bakrie memiliki bisnis di hampir semua sektor penting perekonomian. Gurita bisnis Grup Bakrie mencakup bisnis pertambangan, energi, infrastruktur, jasa keuangan, kesehatan, telekomunikasi, media, perkebunan hingga teknologi.

Sebelum krisis ekonomi 2008 lalu dan ketika Aburizal masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, majalah Forbes sempat menempatkan keluarga Bakrie sebagai konglomerat terkaya yang terbit tahun 2007.

Kala itu kekayaan keluarga Bakrie ditaksir mencapai US$ 5,4 miliar atau setara Rp 77 triliun (kurs Rp 14.300/US$), lebih besar dari dua Hartono yang masing-masing hartanya ditaksir berada di kisaran US$ 3 miliar, saat itu.

Laporan media saat itu mengungkapkan, Nirwan Bakrie mengelola Grup Bumi (PT Bumi Resources Tbk/BUMI) yang sempat nyaris bangkrut dengan valuasi perusahaan berkurang lebih dari 90% dalam kurung waktu 6 bulan, dari harga saham Rp 8.450 pada tengah tahun 2008 menjadi Rp 510 pada akhir Januari 2009.

Hal ini menyebabkan ranking keluarga Bakrie di daftar tahunan Forbes turun ke peringkat sembilan dengan kekayaan US$ 850 juta, dari tahun sebelumnya berada di puncak.

Kini tak ada lagi nama keluarga Bakrie di deretan 20 besar taipan Indonesia di daftar Forbes. Posisi pertama masih ditempati dua bos Grup Djarum, Robert Budi Hartono US$ 19,5 miliar atau setara Rp 279 triliun dan kakaknya Michael Bambang Hartono US$ 18,8 miliar, per Kamis ini (16/9).

Belum terungkap total harga kekayaan keluarga Bakrie tetapi sebetulnya masih diperhitungkan sebagai salah satu konglomerat alias crazy rich di Indonesia.

Hal ini mengingat mereka mengendalikan sejumlah perusahaan Tbk (terbuka) di Bursa Efek Indonesia (BEI), baik lewat kepemilikan saham lewat perusahaan afiliasi, cangkang, hingga kepemilikan langsung generasi ketiga.

Ketiga anak Nirwan menjabat posisi penting di Grup Bumi, mulai dari jabatan presiden direktur hingga anggota komisaris.

Berdasarkan hasil RUPS BUMI, 31 Agustus 2021, Adika Nuraga Bakrie (Aga Bakrie) yang memperoleh gelar dari Bentley University, Amerika Serikat, menjabat sebagai Presiden Direktur Bumi Resources serta bertindak sebagai anggota dewan komisaris di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang merupakan anak usaha tambang emas dari BUMI.

Aga Bakrie menggantikan almarhum Saptari Hoedjaja yang meninggal dunia awal Juli 2021.

Adhika Andrayudha Bakrie, memperoleh gelar Sarjana dari Newbury College di AS menjabat sebagai anggota dewan komisaris di kedua perusahaan tersebut, BUMI dan BRMS.

Sedangkan Adika Aryasthana Bakrie yang gelar sarjana dan MBA dari Loyola Marymount University di California merupakan dewan direksi di BRMS. 

Sementara itu Nirwan lebih banyak berada di belakang layar, dan saat ini menjabat Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bakrie sebagaimana tercatat di situs Universitas Bakrie.

Sebelumnya pada 2012, Indra Bakrie juga ikut mengurus perusahaan investasi Bumi Plc, yang tercatat di Bursa London, tetapi saat itu dia mengundurkan diri dari posisi Wakil Komisaris Utama dan Direktur Bumi Plc saat terjadi kisruh besar dalam internal perusahaan investasi itu, sebagaimana diberitakan Detik.

NEXT: Berapa Perusahaan Tbk Grup Bakrie?

Berapa Perusahaan Tbk Grup Bakrie?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading