Wow! Crazy Rich Hartono Caplok 51% Saham Ranch Market

Market - Monica Wareza & Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 September 2021 09:37
Robert Budi Hartono. (Dok:Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan e-commerce, PT Global Digital Niaga atau lebih dikenal dengan Blibli.com dari Grup Djarum dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) atau pengelola Ranch Market.

Dalam keterangan resmi perusahaan di media massa, dipublikasikan Kamis ini (16/9), Blibli mengakuisisi kepemilikan dari 7 entitas pemegang sahamnya.

Adapun tujuh pemegang saham tersebut yakni:


1. PT Wijaya Sumber Sejahtera

2. PT Prima Rasa Inti

3. PT Gunaprima Karyaperkasa

4. PT Ekaputri Mandiri

5. Dr David Kusumodjojo

6. Suharno Kusumodjojo

7. Harman Siswanto

Dalam keterangan resminya, manajemen Blibli menyatakan bahwa pada Rabu (15/9/2021) telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) dalam PT Supra Boga Lestari Tbk.

Hal ini sehubungan dengan rencana Blibli mengambilalih atau akuisisi perusahaan pengelola Ranch Market tersebut.

Jumlah saham yang akan diambilalih rencananya sebanyak 797.888.628 saham atau setara dengan 51% dari total modal ditempatkan dan modal disetor RANC yang dimiliki oleh para penjual.

Transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas RANC (Rencana Pengambilalihan).

"Negosiasi dilakukan secara langsung oleh perseroan dengan para penjual. Dengan bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi dan persyaratan sebagaimana diatur dalam PPPS. Rencana pengambilan saham ini ditargetkan selesai selambat-lambatnya 40 hari kalender sesak diteken PPPS," tulis pengumuman tersebut.

Bila ini terealisasi, maka besar kemungkinan rencana IPO ini dilakukan melalui backdoor listing dengan membeli sebanyak 51% saham RANC.

Nilai akuisisi ini diperkirakan mencapai Rp 1,76 triliun jika mengacu pada harga pasar RANC pada penutupan perdagangan Rabu kemarin di level Rp 2.200 per saham.

Pada Kamis ini, harga saham RANC naik 12,73% ke level Rp 2.480 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 3,88 triliun.

Seperti diketahui, Blibli dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun depan.

Blibli bekerjasama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki proses penawaran umum perdana saham.

VP Public Relations Blibli, Yolanda Nainggolan kepada CNBC Indonesia mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih lanjut mengenai kabar yang beredar tersebut.

"Kami tidak dapat mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar. Namun, sebagai e-commerce Indonesia yang telah beroperasi selama 10 tahun, Blibli diperkuat dengan ekosistem teknologi dan bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G terus fokus dalam mengembangkan bisnis," kata Yolanda, Kamis (26/8/2021).

Namun demikian, pihaknya selalu terbuka dengan berbagai opsi terbaik untuk pengembangan ekosistem Blibli.

"Tentunya Blibli sangat terbuka dengan opsi terbaik yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem dalam memberikan solusi inovasi kepada pelanggan kami," katanya.

Mengacu situsnya, Blibli adalah mal online untuk barang-barang termasuk elektronik dan produk gaya hidup, dan bekerja sama dengan lebih dari 100.000 mitra yang didirikan sejak 2011. Perusahaan menawarkan pengiriman melalui Layanan Blibli Express sendiri serta 15 mitra logistik di kota-kota terbesar di Indonesia.

Blibli didukung oleh GDP Venture, cabang modal ventura Grup Djarum, yang dominasinya dalam bisnis rokok dan perbankan negara telah membantu menjadikan pemiliknya, dua saudara Hartono, dua orang terkaya di Indonesia.

Robert Budi Hartono dan kakanya Michael Bambang Hartono masing-masing memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 16,5 miliar dan US$ 15,5 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index, terkaya di Indonesia.

Jika Blibli merealisasikan rencana IPO, Blibli akan bergabung dengan saingannya, e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Bukalapak sudah tercatat di BEI pada 6 Agustus 2021 dengan menjual saham perdana di Rp 850/saham dengan raihan dana IPO terbesar di BEI yakni Rp 22 triliun, mengalahkan IPO PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 12,23 triliun di 2008.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading