Lippo Sebut Harga Gak Pas, Akuisisi LINK oleh XL Bakal Lama?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 September 2021 18:30
Chief Executive Officer PT. Lippo Karawaci, Tbk John Riady (CNBC Indonesia/Houtmand P. Saragih)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Link Net Tbk (LINK) menyebutkan saat ini proses negosiasi mengenai rencana pelepasan saham perusahaan kepada pemegang saham barunya yakni PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih dalam proses.

Hingga saat ini belum ditetapkan harga pelepasan saham tersebut dari grup Lippo kepada XL Axiata. Sebelumnya disebutkan target penyelesaian transaksi dilakukan sebelum akhir Agustus lalu.

Head of Investor Relations Link Net Joel Ellis mengatakan negosiasi yang masih berjalan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang tidak mengikat yang telah ditandatangani kedua belah pihak beberapa waktu lalu.


"Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, pemegang saham Link Net, CVC Capital Partners dan PT First Media Tbk bersama dengan Axiata dan XL Axiata (XL) telah menandatangani non-binding term sheet dengan tujuan untuk melepaskan kepemilikan mereka di PT Link Net kepada XL dan Axiata," kata Ellis kepada CNBC Indonesia, Senin (13/9/2021) malam.

"Kami mengerti bahwa negosiasi sedang berlangsung di antara pihak-pihak yang disebutkan di atas, tetapi kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari para pihak terkait, termasuk mengenai penetapan harga," ungkapnya.

Dia mengatakan perkembangan ini akan segera diinformasikan ke pasar keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan yang berlaku jika terdapat progres lebih lanjut.

Namun demikian, pelepasan saham Link Net kepada pemegang saham baru ini ternyata masih belum mendapatkan restu dari Lippo sepenuhnya.

Hal ini diungkapkan oleh John Riady, cucu pendiri grup tersebut yang saat ini juga menjabat sebagai CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam sebuah webinar.

"Saya sih baca di berita katanya mau dijual, tapi kita sih belum sepenuhnya setuju itu," kata John dalam webinar bersama Indonesia Investment Education (IIE), dikutip Selasa ini (14/9).

Menurut dia, hingga saat ini masih belum ditetapkan harga yang spesifik mengenai rencana penjualan saham tersebut. Pasalnya, Link Net merupakan perusahaan yang sehat dan memiliki kinerja yang baik dan kondisi keuangan yang baik tanpa utang.

Terlebih dengan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlanjut, perusahaan mengalami kelebihan kapasitas untuk permintaan data.

"Kembali ke Link Net, ini perusahaan very strong tapi tetep saya percaya kalau harganya pas, oke kita bisa exit dan kita bisa re-deploy," kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemegang saham mayoritas Link Net bakal melepas kepemilikannya. Pemegang saham yang dimaksud adalah Grup Lippo melalui PT First Media Tbk (KBLV) dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte.

Kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah sebesar 36,99%, sementara kepemilikan saham Link Net oleh First Media adalah 29,04%.

Dengan demikian, nantinya setelah transaksi tersebut, EXCL akan memiliki 1.816.735.484 atau setara dengan 66,03% saham LINK. Transaksi ini sekaligus menjadikan XL sebagai pengendali baru Link Net.

XL pun telah merencanakan untuk melakukan penawaran tender wajib yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK No. 9/2018 setelah transaksi ini dilakukan.

Sebelumnya CEO dan Direktur Utama Link Net Marlo Budiman mengatakan hingga saat ini masih belum dipastikan berapa tepatnya harga yang akan diberikan kepada XL.

"Tapi yang pasti premium, di atas harga saham sekarang," kata Marlo kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/8/2021).

Data BEI mencatat, pada penutupan perdagangan Selasa (14/9), saham LINK ditutup naik 1,40% di Rp 4.340/saham dengan nilai transaksi Rp 13,15 miliar.

Dalam sepekan saham LINK naik 6%, sebulan juga naik 3,3% dan 3 bulan terakhir juga ternyata masih minus 4%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading