Mau Akuisisi, Saham EXCL dan LINK Malah Nyungsep!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
02 August 2021 10:33
XL Axiata

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan emiten penyedia jaringan komunikasi broadband milik Grup Lippo PT Link Net Tbk (LINK) kompak merosot ke zona merah pada awal perdagangan pagi ini, Senin (2/8/2021).

Pelemahan kedua saham tersebut terjadi di tengah kabar EXCL yang menyatakan akan mengakuisisi 66,03% saham Link Net yang akan dilepas oleh pemegang saham sebelumnya, termasuk Grup Lippo.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.05 WIB, saham EXCL turun 1,86% ke Rp 2.640/saham dengan nilai transaksi Rp 52,51 miliar. Sementara, saham LINK anjlok 4,78% ke Rp 4.380/saham dengan catatan nilai transaksi Rp 34,27 miliar.


Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham EXCL, setelah melesat pada dua perdagangan sebelumnya, yakni pada Kamis (29/7) pekan lalu ketika ditutup naik 5,83% dan Jumat (30/7) ketika melejit 5,83%.

Dalam sepekan, saham EXCL terapresiasi 9,96%, sementara dalam sebulan naik tipis 0,76%.

Di tengah pelemahan ini, investor ramai-ramai melakukan aksi jual bersih (net sell) di saham EXCL senilai Rp 7,90 miliar di pasar reguler.

Setali tiga uang, pelaku pasar juga mulai merealisasikan profit taking setelah 2 hari lalu saham LINK melesat di zona hijau. Dalam sepekan, saham ini naik 1,15%, sementara dalam sebulan menguat 0,46%.

Asing juga melego saham LINK dengan nilai jual bersih Rp 4,48 miliar.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) bakal mengakuisisi 66,03% saham PT Link Net Tbk (LINK) yang akan dilepas oleh pemegang saham sebelumnya, termasuk Grup Lippo.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, saat ini XL tengah melakukan negosiasi mengenai rencana transaksi tersebut. Perusahaan telah menandatangani term sheet yang belum mengikat untuk mengambilalih 1.816.735.484 (66,03%) saham LINK dari pemegang saham sebelumnya.

Pengambilalihan saham ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan perusahaan.

Tidak disebutkan berapa harga per saham yang akan ditebus, tetapi dengan asumsi harga rata-rata LINK pada Jumat ini (30/7) di Rp 4.588/saham, maka pembelian berpotensi bisa saja mencapai level Rp 8 triliun.

"Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan memperluas jaringan usaha serta untuk memperkuat posisi bisnis XL dan Axiata di bidang penyediaan jasa telekomunikasi kepada para pelanggan," tulis manajemen EXCL dalam laporan keterbukaan informasi BEI tersebut, Jumat (30/7/2021).

Negosiasi transaksi saat ini tengah berlangsung antara pemegang saham LINK dan XL. Keduanya berencana untuk menandatangani perjanjian definitif.

"Apabila rencana pengambilalihan telah selesai dilaksanakan, XL atau XL dan Axiata akan menjadi pengendali baru Link Net dan akan melaksanakan penawaran tender wajib yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK Nomor 9/2018," tulis EXCL.

Setelah transaksi jual beli ini dilakukan, maka sebagai pemegang saham pengendali baru, XL akan melakukan penawaran tender wajib kepada pemegang saham lainnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pemegang saham mayoritas Link Net memang berniat untuk melepas kepemilikannya. Pemegang saham yang dimaksud adalah Grup Lippo melalui PT First Media Tbk (KBLV) dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Pte.

"Saat ini, LINK sedang dalam tahap advance merger and acquisition atau M&A dengan buyer," kata Marlo Budiman, EO dan Presiden Direktur Link Net, kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Marlo menegaskan, calon pembeli potensial tersebut masih di kawasan Asia Tenggara, meski ia belum bisa merinci nama lebih lanjut. Jumlah calon investor ini berubah dari tahun lalu saat Marlo menyatakan ada empat calon investor strategis.

Menurut Marlo, pertimbangan pelepasan saham ini adalah keinginan dari pemegang saham.

Kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah sebesar 36,99%, sementara kepemilikan saham Link Net oleh First Media adalah 29,04%.

Manajemen LINK pada medio 2020, juga sudah mengungkapkan bahwa Grup Lippo melalui First Media dan CVC memang akan melepas seluruh kepemilikan saham LINK dan berpotensi meraih dana lebih dari Rp 4 triliun.

Saat itu disebutkan sebanyak empat investor sudah dalam proses uji tuntas (due diligence) untuk mengakuisisi mayoritas saham LINK. Empat investor tersebut berasal dari dua perusahaan Malaysia dan dua perusahaan Jepang.

Aksi ini melanjutkan divestasi Grup Lippo yang sebelumnya batal terlaksana dengan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Grup MNC.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading