Bioskop Mau Dibuka, Saham Emiten Mal-Layar Lebar Meroket!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
14 September 2021 11:06
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di bangku bioskop yang akan dibuka hari ini di CGV Grand Indonesia Mall, Rabu (21/10/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan surat keputusan untuk operasi bioskop-bioskop di Jakarta. Beberapa bioskop akan mulai memutar film hari ini.
Pantauan CNBC Indonesia pada jam 12.00 belum ada penonton yang datang, kemudian pihak pengelola mengatur ulang jadwal agar jam 15.00 sudah bisa memulai pemutaran film. 
Terlihat hanya beberapa warga saja yang mulai memesan tiket di tiket box. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin malam (13/9/2021).

Merespons kabar ini, pada perdagangan Selasa ini (14/9), sesi I, saham emiten bioskop, perfilman hingga pengelola mal terdorong naik dan bergerak di zona hijau.

Meski demikian tidak semua daerah bisa membuka bioskop, melainkan hanya di wilayah PPKM Level 3 dan level 2 dengan syarat tambahan wilayah mal juga harus masuk kategori hijau.


Emiten yang secara langsung diuntungkan dari aturan terbaru ini adalah pengelola bioskop CGV dan penyediaan makanan dan minuman, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang pada pukul 10.04 WIB sahamnya tercatat naik 0,59% ke level Rp 3.400 per saham.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, kebijakan baru ini tentu diharapkan mampu mendongkrak kinerja perusahaan yang masih terus tertekan dari tahun 2020 lalu dengan total mencapai Rp 445,83 miliar hingga kuartal kedua tahun ini juga masih mengalami kerugian.

Berdasarkan laporan keuangan interim. sepanjang semester I-2021, BLTZ melaporkan kerugian sebesar Rp 168,04 miliar, sedikit membaik atau turun 9,39% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 185,46 miliar.

Pendapatan perusahaan tercatat turun hingga 58,01% atau berkurang lebih dari setengahnya menjadi hanya Rp 98,17 miliar dari semula mencapai Rp 233,84 miliar.

Emiten rumah produksi film, PT MD Pictures Tbk (FILM), juga tercatat naik 0,54% ke level Rp 370 per saham.

Selanjutnya emiten penyedia jasa MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), sahamnya juga ikut terdongkrak naik 13,33% ke level Rp 102 per saham dengan total transaksi mencapai Rp 27 miliar.

Selain emiten bioskop dan perfilman yang diuntungkan secara langsung, emiten pengelola mal yang sebenarnya telah diizinkan beroperasi secara terbatas juga kecipratan sentimen positif ini. Di bukannya bioskop tentu akan mendongkrak kunjungan mal, dikarenakan sebagai besar jaringan bioskop terintegrasi dalam mal.

Berikut pergerakan saham pengelola mal, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.04 WIB.

1. Lippo Karawaci (LPKR), saham +5,00%, ke Rp 147/saham

2. Sentul City (BKSL), +4,35%, ke Rp 72/saham

3. Alam Sutera Realty (ASRI), +2,91%, ke Rp 177/saham

4. Agung Podomoro Land (APLN), +2,31%, ke Rp 133/saham

5. Pakuwon Jati (PWON), +2,16%, ke Rp 472/saham

6. Bumi Serpong Damai (BSDE), +1,55%, ke Rp 985/saham.

Pembukaan kembali bioskop untuk kembali beroperasi secara terbatas salah satunya dikarenakan laju konfirmasi kasus positif berhasil ditekan, yang Jika dibandingkan dengan puncaknya pada 15 Juli lalu kasus telah turun 96,9% di wilayah Jawa dan Bali.

Sebelumnya bioskop tidak boleh beroperasi di sejumlah wilayah yang menerapkan PPKM level 2,3, dan 4.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, ini merupakan perpanjangan PPKM per level ke delapan, sejak pertama kali diberlakukan dengan istilah PPKM darurat pada periode 3-20 Juli 2021 lalu.

Kemudian, mulai hari ini, Selasa (14/9/2021) setiap masyarakat yang masuk ke supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Saat ini kasus aktif di Indonesia sudah turun di bawah 100 ribu. Kasus aktif adalah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading