Analisis

Crazy Rich Borong Saham Rumah Sakit, Ritel Kudu Ikutan?

Market - Putra, CNBC Indonesia
14 September 2021 09:20
RS Mitra Keluarga Depok, Tempat Pasien Positif Corona Pernah Periksakan Diri. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 membuat sektor kesehatan tumbuh positif. Bisnis farmasi, laboratorium diagnostik hingga rumah sakit (RS) ikut ketiban berkahnya. Sektor ini pun menjadi buruan para konglomerat RI.

Kabar terbarunya adalah masuknya keluarga konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja, bos Group Emtek, yang berkomitmen untuk membeli 66% saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) lewat sayap usaha rumah sakitnya Omni Hospital di bawah bendera PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

Berdasarkan data keterbukaan BEI, SAME telah menggelontorkan uang sebesar Rp 287,82 miliar untuk mengakuisisi 18% saham RSGK di harga pembelian Rp 1.720/lembar saham. Ini merupakan tahap kedua. Di tahap pertama SAME tercatat sudah masuk ke emiten RSGK dengan kepemilikan minoritas 0,49%.


Didukung dengan sentimen positif yang berpeluang besar mendongkrak kinerja keuangan RS, investor dan konglomerat berupaya untuk melebarkan sayapnya dengan memanfaatkan momentum pandemi.

Lantas haruskah investor ritel juga berburu saham-saham rumah sakit?

Jawabannya tentu tergantung pada horizon investasi dari masing-masing investor ritel.

Jika memilih menjadi trader yang short term. Aksi korporasi seperti akuisisi emiten rumah sakit serta euforia investor di saham-saham kesehatan bisa dimanfaatkan untuk meraup cuan.

Perlu diperhatikan siapakah konglomerat atau investor strategis yang masuk?

Apabila investor yang masuk adalah investor yang bonafid maka ini bisa jadi sentimen positif yang bisa mengerek saham emiten tersebut paling tidak dalam jangka pendek terutama apabila pembelian terjadi di harga premium.

Sedangkan jika ingin menjadi investor dengan time frame-nya jangka panjang, maka investor ritel perlu terlebih dahulu mengevaluasi kinerja fundamental, prospek bisnis emiten rumah sakit, serta valuasinya.

NEXT: Begini Analisisnya

Jadi Investor Ritel Kudu Ikutan?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading