Kronologi Lengkap Beralihnya Saham PNM & Pegadaian ke BRI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 September 2021 07:10
Instagram @Erickthohir Foto: Instagram @Erickthohir

Jakarta, CNBC Indonesia - Resmi sudah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian menjadi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBR) sebagai bagian dari pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) dengan BRI sebagai induk usaha.

Resminya kedua BUMN itu jadi anak usaha BRI terjadi setelah pemerintah resmi mengalihkan saham Seri B miliknya di PNM dan Pegadaian ke BRI, sehingga saham pemerintah secara langsung hanya tersisa hanya saham seri A di PNM dan Pegadaian.

Pelaksanaan ini ditandai dengan dilakukan penandatanganan akta inbreng antara BRI, Pegadaian dan PNM yang dilakukan Senin (13/9/2021).


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pembentukan holding ini sejalan dengan target pemerintah untuk memberikan porsi pembiayaan pada sektor ultra mikro ini hingga 30% pada 2024 mendatang.

"Kita bisa lihat perbedaan signifikan ketika krisis 98 itu krisis finansial. Tapi hari ini krisis Covid-19 yang terjadi memang sangat terdampak UMKM dan ultra mikro," kata Erick dalam penandatanganan tersebut, Senin kemarin (13/9/2021).

Lantas bagaimana sebetulnya jalan panjang pembentukan holding ini?

Awal tahun lalu, Menteri BUMN Erick Thohir pernah memberikan petunjuk mengenai arah pengembangan BRI ke depan. Saat itu Erick membocorkan rencana besar BRI ini dalam forum CNBC Indonesia Economic Outlook pada Februari 2020.

Erick yang menjadi pembicara dalam event tersebut mengatakan Kementerian BUMN akan mensinergikan BRI dengan Pegadaian dan PNM, hanya belum spesifik menyebutkan holding.

"Kami sudah rapat dengan BRI, kami ingin memastikan Juni ini terjadi sinergi yang luar biasa dengan Pegadaian dan PMN. Jadi jelas, tidak ada lagi overlapping kebijakan di situ, dan target market-nya jelas, ini kalau terjadi, BRI akan jadi bank luar biasa. Cepet-cepet beli sahamnya!" ujar Erick saat itu.

Struktur Holding Ultra Mikro/prospektus BRIFoto: Struktur Holding Ultra Mikro/prospektus BRI
Struktur Holding Ultra Mikro/prospektus BRI

Rupanya tak cuma Menteri Erick yang sempat memberikan sinyal soal aksi korporasi besar yang akan dilakukan oleh BRI.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya pernah mewacanakan pembentukan holding di sektor UMKM, sektor yang menjadi core business pembiayaan kredit BRI.

Wacana ini disampaikan Jokowi dalam Rakornas tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) dan pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM) pada Desember 2019).

"Saya sudah melihat, [Di daerah] sudah terbentuk kelompok-kelompok usaha yang akan menjadi cluster. Saya sudah sampaikan ke Menko Perekonomian [Airlangga Hartarto] agar klaster ini dipayungi lagi oleh sebuah kayak di-holding-kan," ucap Jokowi.

Jokowi melanjutkan, ketika UMKM sudah disatukan dalam satu Holding BUMN, akan terbentuk sebuah korporasi usaha-usaha kecil dan usaha-usaha kecil bisa lebih mudah terjangkau oleh market place.

"Sehingga nanti kita memiliki korporasi usaha-usaha kecil, usaha mikro yang bisa gampang [terjangkau] oleh market place di nasional dan global," kata Jokowi melanjutkan.

Pada Februari, Erick juga menyinggung soal road map sinergi pengembangan perusahaan pelat merah. Sinergi ini punya nilai strategis untuk mengembangkan bisnis BUMN.

Saat itu, Erick pun menyinggung beberapa inovasi terkait model bisnis dan strategi nilai BRI. Dengan inovasi yang dilakukan, Erick bahkan menyinggung performa bisnis Bank BRI dan harga sahamnya.

"Ada strategic value, seperti BRI yang tidak lain bisnisnya besar, tapi memang punya tugas berat untuk ritel," kata Erick.

"Tidak mungkin KUR [kredit usaha rakyat] ke Bank Mandiri dan BNI, footprint gak kuat tapi BRI jangkauan luar biasa," kata Erick. "Apalagi kemarin sudah rapat dengan BRI saya pastikan Juni ini ada sinergi antara BRI, Pegadaian, dan ada target market jelas, ini kalau terjadi BRI akan jadi bank luar biasa, cepet-cepet beli sahamnya," lanjut Erick.

Lalu pada awal tahun ini, holding pun terus mengemuka dan sempat membuat investor memborong saham BBRI pada awal-awal tahun ini.

Gongnya ketika pemerintah menerbitkan PP Nomor 73/2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

PP inilah yang mengatur pembentukan holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni BRI, Pegadaian, dan PNM, sampai akhirnya terealisasi dengan bergabungnya dua BUMN itu ke BRI pada Senin (13/9/2021).

NEXT: Inbreng Saham lewat Rights Issue

Nilai Inbreng dan Rights Issue Saham Publik Rp 95,92 T
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading