Tok! RUPSLB BRI Restui Rights Issue Jumbo-Sinergi Ultra Mikro

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 July 2021 15:26
Dirut BRI, Sunarso pada acara webinar CEO Talk yang mengambil tema “Cracking The Transformation Secret” (15/7).

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bank BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang digelar Kamis siang ini (22/7) akhirnya menyetujui agenda tunggal yakni persetujuan atas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.

RUPSLB digelar sejak pukul 14.00 WIB, di Gedung BRI Jalan Jenderal Sudirman Kav 44-46 Jakarta Pusat. Rights issue ini adalah Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) yang dilakukan bank yang fokus pada UMKM ini.

Rights issue ini dalam rangka bagian dari pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro bersama dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.


"Sehubungan itu, RUPSLB ini setujui penambahan modal dengan pemberian HMETD pemerintah secara non tunai, akan disetorkan seluruh saham PNM dan Pegadaian inbreng ke perseroan," kata Sunarso, Direktur Utama Bank BRI, dalam konferensi pers virtual, Kamis ini (22/7).

"Setelah transaksi maka perseroan akan memiliki 99,99 saham [Seri B] Pegadaian dan PNM. Pemerintah akan miliki 1 lembar saham seri A dwiwarna di kedua perusahaan itu [PNM dan Pegadaian]," tegasnya.

Dalam aksi korporasi ini, BRI akan menerbitkan maksimal 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50, atau 23,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Hanya saja, pemerintah hanya akan menyetorkan bagiannya dalam bentuk non tunai, yakni seluruh saham Seri B milik pemerintah di Pegadaian dan PNM akan ditukar dengan saham baru BBRI (inbreng).

Maka investor publik praktis yang akan menjadi sumber dana segar dari aksi rights issue tersebut. Namun BRI belum menentukan harga pelaksanaan.

Berdasarkan Proforma Struktur Permodalan Sesudah HMETD Diambil Bagian oleh Seluruh Pemegang Saham, maka setelah rights issue, porsi publik mencapai 43,18% (65.649.025.600 saham). Angka itu naik dari sebelum rights issue 43,25% (53.345.810.000).

Dengan demikian, jumlah saham baru yang diserap publik yakni maksimal mencapai 12.303.215.000 saham atau 42,90% dari total jumlah saham baru yang diterbitkan (28.677.086.000 saham).

Saat ini jumlah saham beredar BBRI sebanyak 123.345,810,000 saham, maka rasio rights issue kali ini yakni 10:43.

Setelah menjadi pemegang saham mayoritas pada Pegadaian dan PNM, RI bersama-sama dengan Pegadaian dan PNM akan mengembangkan bisnis melalui pemberian jasa keuangan di segmen ultra mikro sehingga akan berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

"Penguatan struktur permodalan ini juga diharapkan mendukung kegiatan usaha BBRI ke depan, baik induk maupun secara grup, yang pada akhirnya akan menciptakan value bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," tulis manajemen BBRI, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lebih lanjut Sunarso menyampaikan beberapa pencapaian yang dibukukan Bank BRI sejauh ini. "Saat ini Bank BRI diberikan aspirasi sebagai the most valuable banking bank in southeast asia," katanya.

Sebab itu, berdasarkan aspirasi tersebut pihaknya memerlukan sumber pertumbuhan baru guna mendongkrak bisnis ke depan agak go smaller go shorter go faster sebanyak mungkin dengan biaya semurah mungkin. Maka BRI akan mengembangkan bisnis ke ultra mikro dengan sejumlah pertimbangan.

Pertama, berdasarkan data Kemenkop dan ADB serta analisis perseroan, pada 2018 terdapat 45 juta usaha ultra mikro yang butuh pendanaan tambahan, sejauh ini hanya 15 juta yang tersentuh lembaga keuangan formal.

Kedua, dengan pembentukan holding ultra mikro akan memberikan akses dana kepada sektor mikro.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading