BRI Jadi Induk PNM & Pegadaian, Ini Skema Holding Ultra Mikro

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 July 2021 16:26
Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto. (Dok. BRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyebutkan setelah terbentuknya Holding BUMN Ultra Mikro (UMi), perusahaan akan memberikan pelayanan kepada para nasabah dengan produk yang lebih lengkap untuk segmen mikro tersebut.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan strategi tersebut akan bisa dilakukan dengan adanya sinergi BRI dengan kedua perusahaan anggota holding yakni PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

"Dalam holding ini ada dua stream, satu adalah kaitan dengan struktur, yang kedua kaitan dengan bisnis. Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, ada value proposition yang kita bentuk. Pertama adalah kita tawarkan dengan sinergi ini pilihan produk keuangan lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan segmen ultra mikro," kata Catur dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021).


Kedua, lanjutnya, dengan holding ini nantinya BRI akan dapat memperluas penyediaan co-location yang akan ditempati dan pemanfaatan agen BRILink (nasabah yang menjadi agen BRI). Agen ini memiliki tugas sebagai channel dari ketiga bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.

Selanjutnya, pembentukan holding ini juga mulai melakukan integrasi data antara ketiga BUMN tersebut yang tujuannya untuk memberikan efisiensi bisnis. Data ini nantinya juga akan bermanfaat jika akan dibutuhkan untuk penyaluran program sosial.

Selanjutnya, ketiga perusahaan juga melakukan akuisisi nasabah secara bersama dengan platform yang terintegrasi bernama UMi Corner. Platform ini digunakan oleh tenaga marketing perusahaan dan ke depan juga akan bisa dimanfaatkan oleh nasabah untuk mengakses layanan.

"Penyediaan akses untuk ekosistem mikro payment juga kita bentuk dan layanan keuangan banking dari layanan perseroan," lanjutnya.

"Kita harapkan dengan adanya ekosistem yang terintegrasi ini akan memudahkan segmen ultra mikro ini dapat naik kelas ke segmen mikro," tandasnya.

Untuk diketahui, pembentukan Holding Ultra Mikro ini dilakukan dengan langkah penerbitan saham baru dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini sudah mendapatkan persetujuan dalam RUPSLB pada Kamis siang ini.

"RUPSLB menyetujui penambahan modal dengan pemberian HMETD pemerintah secara non tunai, akan disetorkan seluruh saham PNM dan Pegadaian inbreng ke perseroan," kata Sunarso, Direktur Utama Bank BRI.

"Setelah transaksi maka perseroan akan memiliki 99,99 saham Pegadaian dan PNM. Pemerintah akan miliki 1 lembar saham seri A dwiwarna di perusahaan," tegasnya.

Dalam aksi korporasi ini, BRI akan menerbitkan maksimal 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50, atau 23,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Hanya saja, pemerintah hanya akan menyetorkan bagiannya dalam bentuk non tunai, yakni seluruh saham Seri B milik pemerintah di Pegadaian dan PNM akan ditukar dengan saham baru BBRI (inbreng).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading