Traveloka Disebut Batal IPO di Wall Street via SPAC, Ada Apa?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
07 September 2021 16:50
FILE PHOTO: An employee of Traveloka works at the company's headquarters in Jakarta, Indonesia, August 2, 2017. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan startup aplikasi sewa hotel dan pariwisata, Traveloka dikabarkan telah menghentikan pembicaraan untuk go public atau mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan perusahaan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) Bridgetown Holdings Ltd.

Melansir Bloomberg, Selasa (7/9), menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, dewan direksi raksasa perjalanan online Asia Tenggara tersebut telah memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pencatatan saham (listing) melalui SPAC lantaran antusiasme di pasar SPAC mulai surut.

Sumber yang meminta untuk dirahasiakan identitasnya tersebut mengatakan, Traveloka kemungkinan akan menjadi perusahaan tersebut melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tradisional di AS.


Nantinya, jika pasar sudah pulih, Traveloka mungkin akan meninjau kembali pembicaraan dengan SPAC milik miliarder Richard Li dan Peter Thiel atau SPAC yang berbeda, demikian jelas satu sumber. Sumber tersebut melanjutkan, kedua belah pihak akan terus memantau situasi dalam beberapa minggu mendatang.

Adapun seorang perwakilan dari Traveloka tidak dapat segera dihubungi Bloomberg untuk dimintai tanggapan mengenai masalah ini. Setali tiga uang, pihak Bridgetown pun menolak berkomentar.

Awal Februari lalu, manajemen Traveloka menyatakan mereka berencana untuk melakukan IPO di Wall Street tahun ini. Aksi korporasi rencananya akan dilakukan melalui perusahaan cek kosong.

Chief Executive Officer (CEO) Traveloka Ferry Unardi mengatakan dana IPO ini akan digunakan untuk melakukan akuisisi atau merger dengan perusahaan lain.

"Jika kami dapat melakukannya lebih cepat, kami kemudian dapat fokus pada eksekusi dan mengembangkan perusahaan," kata Ferry dalam wawancaranya dengan Bloomberg Television, dikutip Selasa (16/2/2021).

SPAC memang bukanlah hal baru dan telah ada sejak dekade 1990-an silam, tetapi akhir-akhir ini menjadi tren global selama setahun terakhir.

Sebagai informasi, SPAC merupakan sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui penawaran saham perdana dengan tujuan melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.

Proses tersebut biasanya memakan waktu 2 tahun. Jika akuisisi tidak selesai dalam jangka waktu tersebut, dana nantinya akan dikembalikan ke investor.

Saat ini, penerapan SPAC sudah diterapkan di berbagai bursa global, salah satunya di bursa Nasdaq dan New York (NYSE) di AS.

SPAC kadang-kadang disebut sebagai "perusahaan cek kosong" karena investor tidak tahu sebelumnya perusahaan mana yang akan diakuisisi dengan dana tersebut.

Menurut catatan Bloomberg, dari total dana US$ 461 miliar yang dikumpulkan secara global melalui IPO tahun ini, sekitar US$ 131 miliar untuk SPAC--sebelum tren pasar yang sedang booming ini hampir berhenti.

Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission) AS telah meningkatkan pengawasannya tahun ini setelah terjadinya lonjakan penggalangan dana tersebut. Ketua SEC Gary Gensler telah menyerukan transparansi lebih luas sehubungan dnegan struktur keuangan mereka.

Saham Bridgetown ditutup di US$ 9,97 pada hari Jumat waktu AS, hanya sedikit lebih tinggi dari level terendah sepanjang masa US$ 9,71. Saham Bridgeton sendiri sempat melonjak setinggi US$ 17,37 pada bulan Februari lalu.

Sebelumnya, Traveloka telah melakukan pembicaraan dengan Bridgetown sejak sekitar April seiring adanya upaya mencari dana untuk pertumbuhan guna memperluas jangkauan geografisnya serta jangkauan layanannya. Menurut estimasi Bloomberg, kesepakatan itu bisa membuat Travelo bernilai sekitar US$ 5 miliar.

Pada Juli lalu, perusahaan real estate online Singapura PropertyGuru Pte telah setuju untuk go public melalui merger dengan Bridgetown 2 Holdings Ltd., perusahaan cek kosong kedua yang didukung oleh Li dan Thiel. Adapun SPAC ketiga mereka, Bridgetown 3 Holdings Ltd., mengajukan IPO pada bulan Mei lalu.

Belum jelas apakah Traveloka akan membidik Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai target listing. Manajemen BEI ketika dihubungi CNBC Indonesia menyampaikan hingga saat ini belum ada informasi berkaitan dengan mini expose perusahaan startup.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading