Internasional

Menkeu AS Janet Yellen Dikabarkan Bakal Kunjungi China

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 August 2021 15:10
U.S. Federal Reserve Board chair Janet Yellen holds a news conference in Washington September 17, 2014. REUTERS/Gary Cameron

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dikabarkan sedang menimbang kemungkinan untuk terbang ke China dan menyelenggarakan diskusi dengan pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Dalam sebuah laporan yang dikutip Global Times, Yellen disebut-sebut sedang berpikir untuk mengatur ulang hubungan dagang China-AS yang "rusak".


Meski begitu diskusi ini masih berada dalam tahap awal. "Diskusi Depkeu AS tentang kunjungan ke Beijing masih dalam tahap awal," ujar laporan yang mengutip Bloomberg itu.

Pemberitaan ini pun menimbulkan reaksi di China. Para ekonom menafsirkan potensi kunjungan Yellen sebagai petunjuk bahwa pemerintah AS bersedia untuk meningkatkan komunikasi dengan China meskipun banyak pejabat Gedung Putih yang tidak menginginkannya.

"AS mungkin ingin membahas landasan bersama ekonomi kedua negara dan melakukan beberapa kerja sama yang saling menguntungkan, terlepas dari kebisingan politiknya terhadap China," ucap profesor di Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanghai, Xi Junyang.

Gao Lingyun, pakar perdagangan di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, mengatakan bahwa salah satu masalah penting yang kemungkinan akan dibahas Yellen dengan pejabat China adalah meningkatnya utang AS yang telah melampaui batas pinjaman federal.

"Karena kemungkinan default, investasi negara-negara luar negeri di AS tunduk pada ketidakpastian. Dalam keadaan ini, AS ingin China memberikan bantuan, seperti menyatakan kepercayaannya pada ekonomi AS atau terus membeli utang AS," ujarnya.

Dari Maret hingga Mei, China mengurangi kepemilikan obligasi Treasury AS sebesar US$ 26,2 miliar (Rp 377 triliun). Negara-negara lain seperti Rusia dan Prancis mengambil langkah serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, tarif impor China juga merupakan salah satu agenda yang mungkin dibahas Yellen. Ini muncul setelah kelompok bisnis AS ini mengatakan kepada pemerintahan presiden Joe Biden bahwa bisnis mereka merugi akibat tarif ini.

Meski begitu, pertemuan yang diusulkan Yellen ini masih belum dapat dikatakan sebagai tanda meredanya ketegangan Washington dan Beijing. Pasalnya pemerintahan Biden dinilai tidak memiliki arah kebijakan yang pasti mengenai China.

"Pemerintahan Biden tidak sepenuhnya jelas tentang arah kebijakannya mengenai China, dan bahwa kunjungan potensial Yellen tidak menandakan pemanasan hubungan China-AS," kata Wakil Direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan, Song Guoyou.

Sementara itu, Juru bicara Departemen Keuangan AS Lily Adams mengatakan bahwa belum ada rencana bagi Yellen untuk melakukan perjalanan ke China dalam waktu dekat.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading