Internasional

Nah Lo! Janet Yellen Beri Sinyal Suku Bunga AS Harus Naik

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 May 2021 06:33
U.S. Federal Reserve Board chair Janet Yellen holds a news conference in Washington September 17, 2014. REUTERS/Gary Cameron Foto: Mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Janet Yellen (REUTERS/Gary Cameron)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memberi signal perlunya kenaikan suku bunga untuk membatasi pertumbuhan ekonomi akibat banjirnya stimulus pemerintah.

Dalam sebuah forum, ia mengatakan mungkin suku bunga harus naik untuk menjaga inflasi.


"Mungkin suku bunga harus naik untuk memastikan bahwa ekonomi kita tidak terlalu panas," kata Yellen dalam percakapan yang direkam sebelumnya dengan The Atlantic, dikutip CNBC Internasional.

"Meskipun pengeluaran tambahan relatif kecil dibandingkan dengan ukuran perekonomian, hal itu dapat menyebabkan kenaikan suku bunga yang sangat kecil."

"Tapi ini adalah investasi yang dibutuhkan ekonomi kita untuk menjadi kompetitif dan produktif. Saya kira ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat karena itu."

Meski demikian, ia menegaskan dirinya tetap akan menghormati kemerdekaan bank sentral, The Federal Reserve dan tak akan mencoba mempengaruhi.

Yellen sendiri pernah memimpin The Fed di 2014-2018.

"Ini bukan sesuatu yang saya prediksi atau rekomendasikan," kata Yellen dalam acara lain CEO Council Summit Wall Street Journal.

"Jika ada yang menghargai independensi The Fed, saya pikir orang itu adalah saya, dan saya perhatikan bahwa The Fed dapat diandalkan untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuan mandat ganda mereka."

Ekonomi AS kini memang tengah naik daun. PDB di kuartal pertama (Q1) 2021 tercatat 6,4%.

Pertumbuhan diramal bakal semakin baik. Goldman Sachs bahkan mengantisipasi pertumbuhan di Q2 sekitar 10,5%.

The Fed sendiri mempertahankan suku bunga jangka pendek di level mendekati nol selama lebih dari setahun. Pejabat bank sentral berjanji mempertahankan kebijakan akomodatif sampai ekonomi "membuat kemajuan substansial lebih lanjut".

Kekhawatiran inflasi telah muncul karena semua pengeluaran dan pertumbuhan yang cepat. Tapi pejabat Fed mengatakan bahwa setelah kenaikan singkat tahun ini, tekanan harga cenderung surut.

Sementara itu, dilaporkan media yang sama mengutip sejumlah media AS, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Biden pasti setuju langkah menteri keuangannya. Ini merujuk ke potensi suku bunga yang lebih tinggi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading