BEI Ungkap Gabungan Unicorn Bakal IPO, Siapa yah?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 July 2021 08:25
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan setidaknya satu atau dua perusahaan teknologi dengan status unicorn akan mencatatkan sahamnya di pasar saham dalam negeri tahun ini, termasuk unicorn yang kemungkinan besar menggabungkan diri.

Sebab itu jumlah perusahaan yang akan menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) ini masih belum bisa dipastikan, pasalnya saat ini perusahaan-perusahaan tersebut masih melakukan penggabungan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan saat ini satu perusahaan dengan status unicorn tersebut, yakni PT Bukalapak.com sudah dalam proses untuk tercatat di bursa. Sedangkan, perusahaan lain yang dimaksud hingga saat ini masih belum menyampaikan proposalnya ke bursa.


Unicorn biasa diistilahkan dengan perusahaan rintisan dengan valuasi US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14,5 triliun (kurs Rp 14.500/US$), sementara decacorn valuasinya mencapai US$ 10 miliar atau Rp 145 triliun.

"Kalau dari sisi jumlah sebetulnya tiga tapi yang dua ini sudah bergabung jadi satu. Tapi dulu itu termasuk yang belum bergabung, jadi nanti akan masuk jadi tiga," lanjutnya."Kemungkinan di tahun ini tiga dengan berbagai macam bentuk, bisa masuk dua perusahaan yang unicorn bergabung itu, bisa sendiri-sendiri," kata Nyoman dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal, Rabu (28/7/2021).

Dia mengungkapkan, masuknya perusahaan unicorn teknologi ini salah satu yang akan memberikan peningkatan pada kapitalisasi pasar untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sebagai contoh, dengan masuknya PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) tak lama lagi yakni akan tercatat pada 6 Agustus mendatang, akan berkontribusi pada kapitalisasi pasar atau market cap IHSG dengan kisaran Rp 77,3 triliun hingga Rp 87,6 triliun.

"Jadi kalau Bukalapak saya yang sudah menyampaikan karena sudah masuk proposalnya dalam bentuk dokumen. IPO Bukalapak market cap akan tambah Rp 77,3 triliun- Rp 87,6 triliun," ungkapnya.

Pekan lalu (19-23 Juli), data BEI mencatat nilai kapitalisasi pasar Bursa meningkat 1,01% menjadi sebesar Rp 7.274,774 triliun dari Rp 7.202,257 triliun dari pekan sebelumnya.

Dikutip dari Bloomberg, Grup GoTo juga dikabarkan sedang berdiskusi dengan investor untuk mengumpulkan dana sebesar US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 29 triliun dalam proses IPO di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

"Adapun valuasi pasar nantinya akan mencapai antara US$ 25 miliar dan US$ 30 miliar," kata sumber yang menolak disebutkan identitasnya.

Sumber tersebut mengatakan GoTo sedang merencanakan IPO di bursa saham lokal tahun ini sebelum nantinya melantai di bursa AS alias Wall Street.

Dalam pernyataan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyebutkan saat ini ada tiga perusahaan rintisan unicorn dan decacorn siap IPO.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menyebut, total valuasi aset dari tiga perusahaan rintisan tersebut di atas US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 311,75 triliun.

Meski demikian, OJK tidak merinci nama-nama perusahaan startup yang dimaksud.

"Dengan masuknya unicorn berpotensi mendorong market cap [kapitalisasi pasar] saham di BEI, menarik investor asing dan diprediksi menggairahkan perdagangan bursa dalam negeri," kata Hoesen, Kamis (15/7/2021).

Hoesen menilai, saat ini perusahaan teknologi perlahan sudah mulai menghiasi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar (big caps) di BEI.

"Saat ini jumlah market cap seluruh emiten teknologi masih 5% dari seluruh emiten di BEI. Tidak menutup kemungkinan, emiten di sektor teknologi akan menjadi top leading di pasar modal Indonesia," ujarnya.

Hoesen membandingkan, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat, dalam periode 20 tahun terakhir masih didominasi oleh perusahaan di sektor jasa keuangan, energi dan manufaktur. Namun, saat in situasinya sudah berubah, emiten di sektor teknologi menguasai dengan nilai kapitalisasi terbesar.

"Saat ini didominasi perusahaan teknologi seperti Apple, Google, Facebook, Amazon dan lainnya," kata Hoesen.

Pada kesempatan sama, Komisaris BEI, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, saat ini BEI mencatat ada empat perusahaan unicorn yang berpotensi mencatatkan saham di BEI.

Perusahaan tersebut antara lain, GoTo (Gojek-Tokopedia), PT Global JET Express (J&T Express), dan PT Tinusa Travelindo (Traveloka) dan Bukalapak. Untuk Bukalapak bahkan sudah mendapatkan kode perdagangan yakni BUKA dan akan tercatat pada 6 Agustus mendatang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada 22 Perusahaan Antre Listing, BEI: Belum Ada Unicorn-BUMN


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading