Analisis

Kalau Tak Mau Rugi, Jauh-jauh dari Emas Sebelum Hari Kamis!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 July 2021 17:55
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia masih volatil pada perdagangan Selasa (27/7/2021), dan sudah terjadi sejak pekan lalu. Volatil artinya, emas bergerak naik atau turun cukup signifikan, kemudian berbalik arah dalam waktu singkat.

Pergerakan tersebut menunjukkan pelaku pasar masih ragu ke mana emas akan melangkah, maklum saja ada faktor yang sangat menentukan di pekan ini, pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed). 

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia hingga sore ini bergerak naik turun di kisaran US$ 1.792/troy ons hingga US$ 1.801/troy ons.


Dalam beberapa hari terakhir, rentangnya lebih lebar, tetapi di akhir perdagangan selalu melemah atau menguat tipis dan tidak jauh dari US$ 1.800/troy ons.

idr

Hal tersebut membuat harga emas Antam di dalam negeri juga bergerak tipis-tipis tetapi dalam tren menurun.

Arah pergerakan emas baru akan lebih jelas setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Sehingga patut waspada jika ingin berinvestasi emas sebelum pengumuman tersebut.

Analis dari Commerzbank mengatakan investor emas mengurangi eksposur mereka terhadap logam mulia jelang pengumuman kebijakan moneter The Fed.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan berkurangnya kontrak beli (long) dan jual (short) pada pekan yang berakhir 13 Juli. Artinya para pelaku pasar untuk sementara keluar dari pasar emas. Maklum saja, kebijakan The Fed bisa mengubah arah pergerakan emas dalam waktu singkat.

Data dari CFTC menunjukkan posisi long turun sebanyak 775 kontrak menjadi 135.163 kontrak, sementara posisi short penurunannya jauh lebih besar, 4,912 kontrak menjadi 44.735 kontrak. Sehingga posisi saat ini masih net long lebih dari 90 ribu kontrak.

"Pasar emas berhenti sejenak untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi saya pikir dengan pertumbuhan ekonomi global yang berisiko melambat, emas akan diuntungkan," kata Rob Haworth, analis dari U.S Bank Wealth Management, sebagaimana dilansir Kitco, Senin (26/7/2021).

Pernyataan tersebut bisa menjelaskan dominannya posisi long dari laporan CFTC.

Tetapi, ekspektasi emas akan melaju kencang lagi akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global bisa buyar jika The Fed mengindikasikan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan dalam waktu dekat. Tidak sekedar buyar, tetapi harga emas berisiko anjlok.

Analis dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) memprediksi akan The Fed akan memberikan sinyal waktu tapering sudah dekat, dan akan membuat dolar AS perkasa.

"Kita memperkirakan komite pembuat kebijakan moneter (FOMC) akan menghilangkan kata 'substansial' dari 'kemajuan substansial lebih lanjut' dalam panduan kebijakannya" kaya analis dari CBA Joseph Capurso dalam sebuah catatan kepada nasabahnya, sebagaimana dikutip CNBC International, Senin (26/7/2021).

"Menghilangkan kata 'substansial' akan menjadi sinyal FOMC yakin dalam waktu dekat akan melakukan pengurangan nilai QE, dan pengumuman tapering resmi akan dilakukan di bulan September nanti" tambahnya.

Apa pun prediksi analis mengenai The Fed, akan terjawab pada Kamis dini hari waktu Indonesia, dan emas akan meresponnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading