Triniti Dinamik Akui Sempat Oversubscribe 200 Kali Saat IPO

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 June 2021 16:15
Presiden Direktur Triniti Dinamik, Samuel S Huang

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) emiten yang telah resmi melantai di pasar modal Indonesia menyatakan sempat terjadi kelebihan permintaan sebanyak 210 kali saat awal penawaran umum.

"Kami surprise, dari awal penawaran umum, Pooling ada 201 kali minat dari market. Membuat kami sangat bersyukur. Dari kami sampai sekarang harganya ARA terus. Serahkan ke mekanisme market," ujar Presiden Direktur Triniti Dinamik, Samuel Stephanus Huang kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Emiten dengan kode saham TRUE ini memperoleh dana dari hasil IPO sebanyak Rp 151 miliar. Dana tersebut diantaranya akan digunakan untuk membayar tagihan tahap kedua tanah di Batam sebesar Rp 90 miliar.


"Selama ini trinity mengembangkan high rise building. Dengan berjalannya waktu kami melihat sebagai developer diversifikasi produk. Rumah tapak, kebutuhan banyak, risiko lebih rendah daripada high rise. Mayoritas dana untuk tanah di Batam," tegasnya.

Kedua, dana hasil IPO akan digunakan untuk perkantoran. Hal ini sesuai dengan tujuan perusahaan yang mementingkan karyawannya, maka perusahaan akan melakukan ekspansi.

"(Kantor) APL Tower hampir 500 m2. Supaya tetap ada social distancing. Ketiga (dana IPO) untuk operasional membayar kontraktor," tegasnya.

Sekadar informasi saja, perseroan tercatat sebagai emiten ke-20 yang tercatat di tahun ini. TRUE melepas sebanyak 1.513.970.000 saham atau setara dengan 20,00% saham yang dilepas ke masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per sahamnya. Sehingga total dana hasil IPO yang diperoleh TRUE adalah sekitar Rp 151,4 miliar.

Saat melantai perdana, harga saham TRUE tercatat naik 35% ke level Rp 135 per saham atau menyentuh level autoreject atas (ARA). Saat ini, nilai kapitalisasi pasar TRUE tercatat sebesar Rp 1,02 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading