Saham Properti Ngamuk, Jualan Rumah Pengembang Laris Manis

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
14 June 2021 12:35
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham-saham emiten pengembang properti menghijau di zona penguatan pada penutupan sesi I siang ini, Senin (14/6/2021). Penguatan saham properti dipimpin oleh saham emiten yang baru melantai di bursa pada Kamis (10/6) pekan lalu.

Berikut gerak saham-saham properti pada sesi I:

  1. Triniti Dinamik (TRUE), saham +34,07%, ke Rp 244, transaksi Rp 5 M


  2. Lippo Karawaci (LPKR), +29,21%, ke Rp 230, transaksi Rp 178 M

  3. Alam Sutera Realty (ASRI), +9,19%, ke Rp 202, transaksi Rp 42 M

  4. Agung Podomoro Land (APLN), +9,15%, ke Rp 167, transaksi Rp 33 M

  5. Sentul City (BKSL), +6,25%, ke Rp ,167 transaksi Rp 33 M

  6. Bumi Citra Permai (BCIP), +4,76%, ke Rp 66, transaksi Rp 377 juta

  7. Bumi Serpong Damai (BSDE), +2,44%, ke Rp 1.050, transaksi Rp 19 M

  8. PP Properti (PPRO), +2,33%, ke Rp 88, transaksi Rp 6 M

  9. Metropolitan Land (MTLA), +1,90%, ke Rp 428, transaksi Rp 3 juta

  10. Pakuwon Jati (PWON), +1,68%, ke Rp 484, transaksi Rp 31 M

  11. Intiland Development (DILD), +1,51%, ke Rp 202, transaksi Rp 11 M

  12. Surya Semesta Internusa (SSIA), +0,43%, ke Rp 472, transaksi Rp 987 juta

  13. Ciputra Development (CTRA), 0,00%, ke Rp 995, transaksi Rp 30 M

  14. Jaya Real Property (JRPT), 0,00%, ke Rp 535, transaksi Rp 177 juta

  15. Summarecon Agung (SMRA), -0,58%, ke Rp 850, transaksi Rp 25 M

  16. Bumi Benowo Sukses Sejahtera (BBSS), -1,96%, ke Rp 50, transaksi Rp 48 juta

  17. Trimitra Propertindo (LAND), -2,78%, ke Rp 105, transaksi Rp 53 juta

Berdasarkan data di atas, dari 17 saham yang diamati, 12 saham menguat, 2 saham stagnan, dan 3 saham melorot.

Saham emiten yang melakukan debut perdana melantai di bursa pada Kamis (10/6) pekan lalu, TRUE, menjadi yang paling melonjak, yakni sebesar 34,07%. Dengan ini, saham TRUE melanjutkan penguatan sejak 2 hari lalu atau sejak IPO.

Di posisi kedua, ada saham emiten Grup Lippo, LPKR yang melejit 29,21% ke Rp 230/saham. Kendati menguat, asing ramai-ramai meninggalkan saham ini, terindikasi dari nilai jual bersih mencapai Rp 4,75 miliar di pasar reguler.

Saham LPKR berhasil bergerak lagi setelah pada Jumat pekan lalu saham ini ditutup stagnan Rp 178/saham. Alhasil, dalam sepekan saham ini melesat 37,72%.

Di posisi selanjutnya ada saham ASRI yang melejit 9,19% ke RP 202/saham. Saham ASRI berhasil rebound, setelah pada perdagangan Jumat (11/6) pekan lalu terkoreksi 0,54%.

Dalam sepekan saham ASRI terkerek 8,02%, sementara dalam sebulan naik 4,12%.

Berbeda dengan yang lainnya, saham SMRA malah melorot 0,58% ke Rp 850/saham. Saham SMRA tercatat tidak pernah menghijau sejak 8 hari lalu, kecuali pada Jumat (11/6) ketika ditutup stagnan di harga Rp 855/saham.

Dalam sepekan saham ini ambles 6,08%, sementara dalam sebulan anjlok 11,46%.

Apabila menilik pada data Bank Indonesia (BI), sektor properti tampak sudah mulai menggeliat di tahun ini. Ini tercermin dari realisasi penjualan properti residensial yang tumbuh double digit di kuartal I-2021.

BI mencatat, terjadi kenaikan volume penjualan rumah untuk semua tipe pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam Survei Harga Properti Residensial yang dirilis 27 Mei lalu, tercatat ada kenaikan 13,95% (yoy) volume penjualan rumah sepanjang Januari - Maret 2021. Pada kuartal sebelumnya penjualan rumah masih berada di zona kontraksi. Volume penjualan turun 20,59% (yoy) pada kuartal empat tahun lalu.

Penjualan rumah tipe menengah masih menjadi pendorong peningkatan volume penjualan rumah total. Untuk jenis rumah tipe menengah penjualannya meningkat hampir 26% (yoy). Sementara untuk tipe rumah kecil dan besar kenaikannya masing-masing tercatat sebesar 9,69% (yoy) dan 6,95% (yoy).

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan pengembang masih mengandalkan sumber dari non-perbankan untuk pembiayaan pembangunan properti residensial. Pada triwulan I 2021, pembiayaan pembangunan properti yang bersumber dari dana internal pengembang mencapai 65,45% dari total kebutuhan modal.

Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi preferensi utama sumber pembiayaan dalam pembelian properti residensial. Pangsanya mencapai 73,67% dari total pembiayaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading