Duh! Baru Mau Bangkit, Ekonomi RI Sudah Ketiban Sana-Sini

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
18 June 2021 09:32
Infografis/ 4 Varian 'Ganas' Covid Bisa Hancurkan (Lagi) Ekonomi Dunia/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pemerintah giat membangkitkan ekonomi, pandemi virus corona di Indonesia justru semakin menggila. Ditambah kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) dan China, serta terbaru adalah ledakan kredit macet dari dalam negeri.

Tambahan pasien kasus positif Covid-19 di tanah air kembali menyentuh 10.000 orang setiap harinya. Hal tersebut akhirnya membuat pemerintah untuk kembali memberlakukan pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Padahal mobilitas manusia adalah kunci pertumbuhan ekonomi.


Hal ini juga yang membuat kekhawatiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dan perlu diwaspadai. Dia mulai meragukan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 yang ditargetkan bisa menyentuh 7,1% - 8,3% bisa tercapai.

"Pertumbuhan ekonomi kita kuartal II antara 7,1 - 8,3%. Ini seiring kenaikan Covid harus hati-hati terutama proyeksi upper bound di 8,3%," ujarnya saat rapat bersama Komisi XI DPR, beberapa waktu lalu.

"Kuartal II kita berharap terjadi pemulihan kuat, namun Covid-19 pada minggu kedua Juni akan mempengaruhi koreksi ini. Kalau Covid-19 bisa menurun, masih bisa berharap. Kalau menurunkan Covid-19 harus melakukan pembatasan, maka proyeksi ekonomi akan terkoreksi. Ini trade off yang akan dihadapi pada bulan-bulan ini," terang Sri Mulyani.

Taper Tantrum Di Depan Mata
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading