Emas Anjlok 2,3% Dalam 2 Hari, Aroma Taper Tantrum Nih?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 June 2021 16:50
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi jual yang menerpa pasar emas kembali berlanjut pada perdagangan Senin (14/6/2021), jelang pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) di tengah isu tapering. Dalam 2 hari perdagangan, harga emas dunia sudah merosot nyaris 2,3%.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga emas jeblok 1,13% dan pada hari ini berlanjut lagi 1,14% ke US$ 1.855,2/troy ons pada pukul 15.40 WIB, melansir data Refinitiv.
Bank sentral AS (The Fed) akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Hasil survei dari Reuters terhadap 50 ekonom menunjukkan sebanyak 26% memperkirakan The Fed akan mengumumkan tapering pada bulan Agustus saat pertemuan Jackson Hole. Kemudian 32% memprediksi pengumuman baru akan dilakukan bulan September, dan 42% memperkirakan setelah September.


"Kami memperkirakan akan mendengar petunjuk lebih jelas pada pertemuan Jackson Hole jika The Fed mulai membahas mengenai tapering dan akan semakin berkembang di bulan September saat rapat kebijakan moneter," kata James Knightley, kepala ekonom internasional di ING, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (11/6/2021).

Kemudian, survei yang sama menunjukkan 58% atau 26 dari 45 ekonom memperkirakan tapering akan mulai dilakukan pada kuartal I-2021.

Meski demikian, bukan tidak mungkin The Fed mengumumkan tapering lebih cepat, atau setidaknya menyatakan sudah mulai membahas tapering. Hal tersebut tentunya memberikan dampak yang cukup signifikan di pasar finansial, khususnya emas.

Tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) The Fed merupakan "musuh utama" emas saat ini. Kebijakan tersebut dilakukan aliran modal akan keluar dari negara emerging market dan kembali ke Negeri Paman Sam.

Hal tersebut dapat memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum. Saat itu terjadi, dolar AS menjadi perkasa, dan harga emas dunia yang dibanderol dengan mata uang Paman Sam menjadi terpukul.

Nilai QE The Fed saat ini sebesar US$ 120 miliar per bulan, dan jika tapering dilakukan diperkirakan akan menjadi US$ 100 miliar per bulan.

Taper tantrum pernah terjadi pada periode 2013 hingga 2015. Saat itu harga emas ambrol hingga lebih dari 45% dari rekor tertingginya yang dicapai pada September 2011.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading