Pantengin Monitor! Emas Beri Tanda Bakal Meroket

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 May 2021 17:55
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (6/5/2021), mendekati lagi level psikologis US$ 1.800/troy ons. Banyak analis memprediksi jika mampu melewati level tersebut maka harga emas dunia berpotensi meroket.

Pada pukul 16:39 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.792,6/troy ons, menguat 0,34% di pasar spot melansir data Refinitiv. Kali terakhir emas berada di level US$ 1.800/troy ons pada 25 Februari lalu.

Kenaikan harga emas hari ini dipicu rilis data tenaga kerja AS yang tidak sekuat perkiraan pasar.


Automatic Data Processing Inc. (ADP) kemarin melaporkan sepanjang bulan April perekonomian AS mampu menyerap 742.000 tenaga kerja, memang lebih banyak ketimbang bulan sebelumnya 565.000 tenaga kerja, tetapi cukup jauh di bawah estimasi pasar 872.000 tenaga kerja.

Data tersebut bisa memberikan gambaran pasar tenaga kerja AS tidak sekuat perkiraan pelaku pasar, dan menjadi acuan data tenaga kerja versi pemerintah yang akan dirilis Jumat besok.

Pasar tenaga kerja yang tidak sekuat perkiraan tentunya memperkuat pernyataan bank sentral AS (The Fed) jika kondisi pasar tenaga kerja saat ini masih belum cukup untuk bank sentral memulai perundingan pengetatan moneter.

Pengetatan moneter tersebut dilakukan dengan mengurangi program pembelian aset (quantitative easing/QE) hingga menaikkan suku bunga. Jika itu terjadi akan berdampak negatif bagi emas, sebaliknya jika tidak dilakukan dalam waktu dekat akan bagus bagi logam mulia.

Kyle Rodda, analis di IG Market, mengatakan resisten emas berada di kisaran US$ 1.800 hingga US$ 1.810/troy ons, sehingga aksi beli akan meningkat jika emas mampu melewatinya.

"Akan ada resisten kuat di antara area US$ 1.800 dan US$ 1.810/troy ons, jika harga emas melewatinya, anda akan melihat aksi beli yang lebih besar," katanya.

Secara teknikal harga emas memiliki potensi menguat ke US$ 1.755/troy ons setelah berhasil melewati neckline pola Double Bottom di kisaran US$ 1.755/troy ons pada 15 April lalu. Hingga saat ini emas mampu bertahan di atas level tersebut, meski masih tertahan di bawah US$ 1.800/troy ons.

Bottom pola ini berada di kisaran US$ 1.676/troy ons. Dari level tersebut hingga ke neckline sebesar US$ 79, sehingga ketika neckline ditembus secara konsisten emas berpeluang naik dengan besar yang sama.

Artinya, target penguatan emas ke US$ 1.855/troy ons.

xauGrafik: Emas (XAU/USD) Harian
Foto: Refinitiv

Penguatan emas belakangan ini tertahan oleh rerata pergerakan 100 hari (Moving Average 100/MA 100), yang ditunjukkan garis kuning. Selain itu indikator stochastic berada di wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya, kombinasi MA 100 dan Stochastic menjadi resisten yang kuat, sehingga jika mampu ditembus secara konsisten harga emas berpeluang besar melesat dalam beberapa hari ke depan, menuju target US$ 1.855/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading