Pasca Bergerak Bak Roller Coaster, Harga Emas Antam Naik Lagi

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 May 2021 09:50
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam bergerak bak roller coaster dalam 2 hari terakhir, tetapi pada perdagangan Kamis (6/5/2021) pergerakannya lebih tenang. Kabar baiknya, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini naik lagi.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, pada perdagangan Selasa harga emas Antam melesat lebih dari 1%, kemudian berbalik merosot 0,8% kemarin.

Sementara hari ini, emas ukuran/satuan 1 gram naik 0,43% ke Rp 926.000/batang. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan naik 0,46% ke Rp 86.812.000/batang atau Rp 868.120/gram.


PT Antam juga menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 513.000Rp 1.026.000
1 GramRp 926.000Rp 926.000
2 GramRp 1.792.000Rp 896.000
3 GramRp 2.663.000Rp 887.667
5 GramRp 4.405.000Rp 881.000
10 GramRp 8.755.000Rp 875.500
25 GramRp 21.762.000Rp 870.480
50 GramRp 43.445.000Rp 868.900
100 GramRp 86.812.000Rp 868.120
250 GramRp 216.765.000Rp 867.060
500 GramRp 433.320.000Rp 866.640
1000 GramRp 866.600.000Rp 866.600

Kenaikan harga emas Antam mengikuti harga emas dunia yang kemarin menguat 0,45% ke US$ 1.786,44/troy ons. Tertahannya laju indeks dolar AS membuat harga emas dunia kembali ke jalur hijau.

Data tenaga kerja AS versi Automatic Data Processing Inc. (ADP) yang dirilis kemarin malam membuat kedua aset tersebut berbalik arah. ADP melaporkan sepanjang bulan April perekonomian AS mampu menyerap 742.000 tenaga kerja, memang lebih banyak ketimbang bulan sebelumnya 565.000 tenaga kerja, tetapi cukup jauh di bawah estimasi pasar 872.000 tenaga kerja.

Data tersebut bisa memberikan gambaran pasar tenaga kerja AS tidak sekuat perkiraan pelaku pasar, dan menjadi acuan data tenaga kerja versi pemerintah yang akan dirilis Jumat besok.

Pasar tenaga kerja yang tidak sekuat perkiraan tentunya memperkuat pernyataan bank sentral AS (The Fed) jika kondisi pasar tenaga kerja saat ini masih belum cukup untuk bank sentral memulai perundingan pengetatan moneter.

Pengetatan moneter tersebut dilakukan dengan mengurangi program pembelian aset (quantitative easing/QE) hingga menaikkan suku bunga. Jika itu terjadi akan berdampak negatif bagi emas, sebaliknya jika tidak dilakukan dalam waktu dekat akan bagus bagi logam mulia.

"Emas mengalami aksi jual yang besar pada hari Selasa, tetapi mundurnya dolar AS di perdagangan Rabu berdampak positif bagi emas," kata Kyle Rodda, analis di IG Market, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (5/5/2021).

Rodda melihat, resisten emas berada di kisaran US$ 1.800 hingga US$ 1.810/troy ons, sehingga aksi beli akan meningkat jika emas mampu melewatinya.

"Akan ada resisten kuat di antara area US$ 1.800 dan US$ 1.810/troy ons, jika harga emas melewatinya, anda akan melihat aksi beli yang lebih besar," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading