Diskon PPnBM 0% Diperpanjang, Saham Otomotif Naik Berjamaah

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
14 June 2021 10:06
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten otomotif langsung meloncat ke zona hijau pada awal perdagangan pagi ini, Senin (14/6/2021). Kenaikan harga saham-saham tersebut terjadi setelah pemerintah resmi memperpanjang diskon Pajak Penjualan Barang Mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100% untuk mobil berkapasitas 1.500 cc.

Berikut gerak saham otomotif, pukul 09.37 WIB.

  1. Indomobil Multi Jasa (IMJS), saham +2,52%, ke Rp 326, transaksi Rp 1 M


  2. Indomobil Sukses Internasional (IMAS), +2,05%, ke Rp 995, transaksi Rp 2 M

  3. Astra Otoparts (AUTO), +1,72%, ke Rp 1.180, transaksi Rp 660 juta

  4. Selamat Sempurna (SMSM), +0,79%, ke Rp 1.275, transaksi Rp 183 juta

  5. Astra International (ASII), +0,47%, ke Rp 5.300, transaksi Rp 16 M

Berdasarkan data di atas, lima saham emiten otomotif kompak menguat, dengan saham IMJS menjadi yang paling melonjak, yakni sebesar 2,52% ke Rp 326/saham. Saham IMJS akhirnya kembali bergerak, setelah pada Jumat (11/6) pekan lalu saham ini ditutup stagnan di Rp 975/saham.

Di posisi kedua ada saham induk IMJS, IMAS, yang terkerek 2,05% ke Rp 995/saham dengan nilai transaksi Rp 2 miliar. Sama seperti saham sang anak usaha, saham IMAS juga akhir bergerak kembali, setelah sebelumnya stagnan di Rp 975/saham.

Adapun saham induk konglomerasi Grup Astra, ASII, juga naik 0,47% ke Rp 5.300/saham. Saham ASII berhasil rebound dari ambles 2,31% pada akhir pekan lalu.

Sementara dalam sepekan lalu, saham ini menghijau selama 4 hari dan memerah sekali.

Diwartakan CNBC Indonesia sebelumnya, pemerintah akan memperpanjang stimulus PPnBM DTP untuk mobil berkapasitas 1.500 cc guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Awalnya, perpanjangan insentif PPnBM DTP ini diusulkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat lalu.

"Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang, hal ini sudah sesuai arahan bapak Presiden Joko Widodo," kata Menperin, dalam keterangan resmi, Minggu (13/6/2021).

Kebijakan ini diperpanjang karena terbukti berhasil meningkatkan penjualan mobil. Pada Maret awal diberlakukan diskon PPnBM ini sudah ada kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85%. Bahkan para April 2021, lonjakan penjualan mencapai 227%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Merujuk data Gaikindo, penjualan ritel secara akumulatif Januari - April 2021 naik 5,9% year on year menjadi 257 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel mendekati level normal sekitar 80 ribu per bulan.

Agus menjelaskan ini efek positif, sehingga pemerintah melakukan perpanjangan diskon PPnBM DTP 100% untuk penjualan mobil 4x2 1.500 cc hingga bulan Agustus 2021. Selanjutnya, periode untuk diskon PPnBM DTP 50% digeser menjadi bulan Desember 2021.

"Industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus dipercepat, karena melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai produksi mulai hulu ke hilir," jelas Agus.

Catatan kemenperin ada 21 perusahaan yang terlibat di industri otomotif, dengan kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun. Dengan serapan tenaga kerja 38 ribu orang, dan 1,5 juta orang turut bekerja pada rantai nilai industri.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto sebelumnya sudah menyampaikan usulan perpanjangan insentif ini. Dia menilai program ini berhasil dan menguntungkan banyak pihak pelaku otomotif mulai dari konsumen hingga pemerintah. Pemerintah mendapat pendapatan PPn dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil, konsumen dapat mobil baru dengan harga terjangkau.

"Kami melihat ini tepat sasaran dan semua pihak senang dengan adanya stimulus," jelas Jongkie.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading