Naga-naganya Harga Batu Bara Mau Cetak Rekor Lagi!

Market - Tirta, CNBC Indonesia
10 June 2021 11:18
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara termal ICE Newcastle 'naga-naganya' akan kembali tembus ke rekor tertinggi baru sepanjang 2021. Posisi terakhir harga si batu hitam berada di US$ 118,75/ton setelah ditutup menguat 1,75% kemarin. 

Harga tertinggi batu bara di tahun 2021 adalah US$ 118,9/ton pada 28 Mei lalu. Sementara harga terendahnya di sepanjang tahun adalah di US$ 75,7/ton pada 6 Januari 2021. 

Rata-rata harga bulanan si batu hitam terus mengalami kenaikan. Rata-rata harga batu bara Newcastle bulan Januari 2021 sebesar US$ 86,13/ton. Rata-rata harga naik menjadi US$ 103,15/ton di bulan Mei. Ada kenaikan sebesar hampir 20% pada periode tersebut. 


Faktor penyebab kenaikan tajam harga batu bara adalah dinamika supply & demand yang juga mempengaruhi sentimen dan aksi spekulasi para pelaku pasar. 

China masih kesulitan untuk mengatasi masalah ketatnya pasokan batu bara di negaranya setelah secara informal memboikot impor batu bara dari Australia. Akibatnya pemasok batu bara China selain Australia berbondong-bondong menaikkan harga batu baranya.

Di sisi lain permintaan di Jepang dan Korea Selatan juga mulai meningkat. Di Korea Selatan ada pemadaman yang tidak direncanakan pada reaktor nuklirnya di Shin Kori. Hal tersebut membuat permintaan listrik dari pembangkit batu bara termal meningkat.

Pembatasan pembangkit listrik tenaga batu bara Jepang juga secara bertahap dilonggarkan. Hal ini semakin mendukung kenaikan harga batu bara dunia mengingat Asia adalah destinasi utama ekspor batu bara.

India yang sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 kini perlahan mulai melonggarkan lockdown terutama di ibu kota New Delhi seiring dengan tren pertambahan kasus infeksi yang menurun. Pemerintah terus berupaya menggenjot aktivitas bisnis agar perekonomian tidak semakin terpuruk.

Gangguan rel di Kolombia dan Rusia dan pemeliharaan rel di Afrika Selatan membuat distribusi batu bara terutama untuk yang berkalori tinggi sedikit terhambat. Apalagi aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Newcastle juga lebih rendah dari tahun lalu.

Naiknya harga LNG juga mendukung permintaan batu bara lintas laut, karena bahan bakar ini akan semakin kompetitif untuk pembangkit listrik. Kombinasi faktor inilah yang membuat harga batu bara terus mengalami kenaikan meski negara-negara barat terus berupaya untuk meninggalkan bahan bakar fosil yang satu ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading