Net Buy-Sell

IHSG Melesat Lagi, Asing Rebutan Borong 5 Saham Big Cap!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
09 June 2021 17:05
Telkom Landmark Tower building, the headquarters of Indonesia's largest telcommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), is seen in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat berakhir ambles pada perdagangan Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (9/6/2021) hari ini. Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melesat 0,8% ke level 6.047,47.

Nilai transaksi hari ini pun kembali bertambah menjadi Rp 12,7 triliun dan terpantau investor asing kembali melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 147 miliar di pasar reguler. Tercatat 245 saham naik, 259 saham turun, dan sisanya yakni 130 saham flat.

Investor asing kembali memburu beberapa saham, di mana lima diantaranya adalah saham big cap. Dari lima saham big cap tersebut, tiga diantaranya merupakan saham perbankan, yakni saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).


Sementara dua saham big cap yang diburu asing hari ini adalah saham PT Astra International Tbk (ASII) dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Adapun saham-saham yang diburu oleh investor asing hari ini adalah:

Dikala asing memburu lima saham big cap, asing juga tercatat melepas beberapa saham, di mana saham ritel pemilik minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masih dilepas paling banyak oleh investor asing hari ini.

Selain itu, saham bank big cap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga tercatat masih dilepas oleh asing hari ini.

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Investor asing yang kembali memborong lima saham big cap turut membantu IHSG kembali menguat pada hari ini, selain karena menguatnya 245 saham pada hari ini.

Dari data ekonomi, Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks keyakinan konsumen (IKK) periode Mei 2021 sebesar 104,4. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 101,5.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Jika di atas 100, maka artinya konsumen optimistis memandang perekonomian baik saat ini hingga enam bulan mendatang.

"Keyakinan konsumen terpantau membaik pada sebagian besar kategori tingkat pengeluaran, tingkat pendidikan, dan kelompok usia responden. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di enam kota yang disurvei, tertinggi di kota Medan, diikuti oleh Surabaya dan Manado," sebut keterangan tertulis BI, Rabu (9/6/2021).

Konsumen yang semakin pede, menjadi indikasi peningkatan konsumsi, yang semakin menguatkan ekspektasi Indonesia lepas dari resesi di kuartal ini.

Sementara itu dari sentimen eksternal, pelaku pasar masih akan menunggu rilis data indeks harga konsumen atau IHK (consumer price index/CPI) Amerika Serikat (AS) per Mei pada Kamis (10/6/2021) besok untuk melihat lebih lanjut mengenai perkembangan inflasi AS, dan bagaimana data inflasi bisa mempengaruhi keputusan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mengetatkan kebijakan moneternya.

Ekonom memprediksi CPI naik 4,7% secara tahunan. Pada bulan April lalu, CPI meningkat 4,2% secara tahunan, yang merupakan kenaikan tercepat sejak 2008.

Selanjutnya, investor juga akan memantau rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed berikutnya yang dijadwalkan akan digelar pada 15 dan 16 Juni mendatang.

Investor menunggu pernyataan pejabat The Fed tentang inflasi dan kebijakan moneternya. Pernyataan teranyar oleh pejabat menunjukkan The Fed mulai bersiap mengurangi pembelian asetnya (tapering off).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading