Saham Bank Mini 'Digoreng' Lagi, Waspada Kolesterol Tinggi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
31 May 2021 10:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah saham-saham bank mini (bank dengan modal inti Rp 1 - 5 triliun) melonjak ke zona penguatan pada awal perdagangan Senin (31/5/2021).

Menguatnya saham-saham tersebut masih didorong oleh sentimen positif dari bank Grup MNC, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), yang baru-baru ini resmi mengantongi izin digital on boarding dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikut gerak saham emiten bank mini, pukul 09.30 WIB.


  1. Bank MNC Internasional (BABP), saham +5,45%, ke Rp 174, transaksi Rp 54 M

  2. Bank IBK Indonesia (AGRS), +4,09%, ke Rp 458, transaksi Rp 177 juta

  3. Bank QNB Indonesia (BKSW), +3,18%, ke Rp 162, transaksi Rp 1 M

  4. Bank Maspion Indonesia (BMAS), +2,89%, ke Rp 1.780, transaksi Rp 189 juta

  5. Bank Neo Commerce (BBYB), +2,64%, ke Rp 466, transaksi Rp 5 M

  6. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +0,57%, ke Rp 176, transaksi Rp 23 M

  7. Bank Capital Indonesia (BACA), +0,95%, ke Rp 426, transaksi Rp 3 M

  8. Bank Amar Indonesia (AMAR), +0,77%, ke Rp 262, transaksi Rp 177 juta

Berdasarkan data di atas, saham BABP menjadi yang paling melesat di antara yang lainnya, dengan lonjakan 5,45% ke Rp 174/saham. Asing pun tercatat masuk dengan total beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,04 miliar.

Dengan ini saham BABP sudah naik selama 3 hari beruntun dan sempat menjadi pemuncak top gainers, ketika menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 35,00% pada Kamis (27/5) pekan lalu.

Alhasil, dalam sepekan saham BABP sudah melonjak tajakm 50,89%, sementara dalam sebulan 'terbang' 102,38%.

Di posisi kedua, ada saham bank yang dikuasai bank asal Korea Selatan Industrial Bank of Korea, AGRS yang melesat 4,09% ke Rp 458/saham. Penguatan ini membuat saham AGRS berhasil rebound dari koreksi 1,35% pada Jumat pekan lalu.

Selain BABP dan AGRS, ada saham bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh fintech Akulaku, BBYB, yang terkerek 2,64% ke Rp 466/saham dengan nilai transaksi Rp 5 miliar.

Penguatan ini melanjutkan penguatan pada Jumat pekan lalu, ketika naik 2,25% ke Rp 454/saham.

Penguatan saham BABP terjadi seiring kabar terbaru terkait bank telah resmi mendapatkan lisensi digital on boarding dari OJK. Sentimen ini ikut mendorong kenaikan saham-saham bank lain, terutama yang sedang bertransformasi menuju bank digital.

Lisensi ini memungkinkan MNC Bank untuk sepenuhnya mendigitalisasi pembukaan rekening simpanan (digital onboarding) dan mendigitalisasi layanan perbankannya dengan sebutan Motion Banking by MNC Bank. Pada April lalu, Bank MNC memang sudah mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Adapun Motion Banking merupakan "digital attacker" milik MNC Group untuk meramaikan euforia digitalisasi di Indonesia.

"Keberhasilan konversi dari ekosistem MNC Group yang masif akan memberi Motion Banking peluang untuk menumbuhkan basis pelanggannya menjadi 30 juta pelanggan dalam 4-5 tahun ke depan dan menjadi ekosistem keuangan digital terdepan," kata Yudi Hamka, Chief Technology Officer MNC Group, dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/5/2021).

Memang, BABP sendiri baru mendapatkan lisensi digital onboarding atau digital banking oleh OJK. Namun, pasar melihat ini berkaitan dengan sentimen narasi bank digital.

Hal ini dipertegas oleh pernyataan dari Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot yang bilang, izin yang diberikan kepada Bank MNC merupakan izin layanan perbankan digital

"Kalau yang MNC itu terkait produknya. Terkait POJK layanan digital banking," kata Sekar kepada CNBC Indonesia, Kamis (27/5/2021).

Sebelumnya PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) juga mengajukan izin bank digital kepada OJK.

Saat ini, setidaknya bank digital yang sudah beroperasi di Indonesia yakni PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kemudian, pada semester kedua ini akan beroperasi Bank BCA Digital, hasil dari akuisisi PT Bank Royal Indonesia oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain itu, ada BBYB, lalu PT Bank Capital Tbk (BACA) juga siap menjadi bank digital. Setelah itu, ada PT Bank Harda Internasional (BBHI) yang baru saja diakuisisi Mega Corpora milik pengusaha Chairul Tanjung.

Di samping itu, ada juga PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) yang memproklamirkan siap menjadi bank digital.

Kenaikan saham bank mini hari ini masih terkait dengan euforia kenaikan saham bank mini beberapa bulan lalu.

Melonjaknya saham bank mini beberapa waktu lalu didorong oleh sentimen narasi bank digital dan aturan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No 12/2020.

Peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Dengan aturan tersebut, bank-bank dengan modal mini harus mencari investor strategis untuk menyuntikkan modal.

Kabar terbaru, OJK memastikan akan mengeluarkan aturan mengenai perbankan digital sebelum semester I berakhir. Peraturan tentang bank digital ini tidak akan membuat dikotomi dengan bank konvensional tetapi menjadi bentuk konvergensi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading